Rumah Sakit Israel Kewalahan karena Lonjakan Pasien Covid-19

fokusmedan : Rumah Sakit Sheba di Ramat Gan yang terbesar di Israel terpaksa mengirim pasien yang terkena virus corona Covid-19 ke RS lain akibat bangsal kelebihan kapasitas. Kepala RS melaporkan kepada Menteri Kesehatan Yuli Edelstein bahwa Israel tidak dapat menghindari penguncian umum pada masa libur mendatang.

Angka kasus positif Covid-19 di Israel kemarin meningkat sebanyak 3.446 kasus dalam 24 jam. Itu merupakan angka harian tertinggi sejak dimulainya pandemi, memecahkan rekor sebelumnya yang ditetapkan minggu lalu.

Dalam panggilan konferensi Zoom dengan Edelstein, Prof Ronni Gamzu, kepala rumah sakit dan pejabat lainnya mengatakan tenaga medis mereka “pingsan” di bawah tekanan meningkatnya jumlah orang sakit, demikian menurut kutipan dari pertemuan tertutup itu seperti dilaporkan Channel 12.

“Tidak ada alternatif selain penguncian (lockdown) dalam dua-tiga pekan,” ujar seorang direktur rumah sakit yang tidak disebutkan namanya, seperti dilansir dari The Times Of Israel, Rabu (9/9).

Gamzu mengadakan pertemuan video konferensi rutin antara pejabat tinggi Kementerian Kesehatan dan direktur rumah sakit, sebuah forum yang disebut sebagai “kabinet ahli” untuk merampingkan komunikasi antara rumah sakit dan pembuat kebijakan.

Dia juga mendesak pemerintah agar memperkuat tindakan menjelang liburan untuk memastikan bahwa, pertemuan besar tidak menyebabkan lonjakan angka penularan seperti saat Israel memasuki musim dingin.

Wakil Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Itamar Grotto mengatakan, warga Israel harus diberitahu untuk menghabiskan liburan hanya dengan keluarga inti mereka.

“Anda bisa menambahkan di sini atau di sana, tapi minimalnya tidak lebih dari 20 orang di sekitar meja,” jelasnya seperti dikutip dari Channel 12.

Aturan menetapkan bahwa penduduk harus menjaga jarak 500 meter dari rumah mereka, sekolah dan bisnis yang tidak penting akan ditutup. Selain jam malam, bisnis tidak diperbolehkan buka kecuali yang dianggap esensial yaitu toko makanan (tidak termasuk restoran), apotek, toko kacamata, toko yang menjual produk kebersihan, dan bisnis yang memperbaiki ponsel serta komputer.

Menurut data Kementerian Kesehatan, jumlah total kasus virus corona mencapai di Israel mencapai 137.565 pada Selasa malam dengan 107.003 pasien sembuh.(yaya)