Muslim Uighur China Jadi Senjata Perang Dagang Baru, Rupiah dan IHSG Tumbang

 

fokusmedan : Kondisi pasar saham tanah air mulai tumbang saat terjadinya perang dagang babak baru antara Amerika Serikat (AS) dengan China. AS lagi-lagi akan melarang produk-produk dari China untuk masuk ke AS.

Salah satunya adalah produk tomat dan turunannya serta kapas dan turunannya. Kali ini, AS beralasan dengan menggunakan UU perdagangan manusia, pekerja anak dan hak asasi manusia.

Menurut Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin, AS menilai bahwa barang-barang yang dilarang masuk ke AS merupakan produk yang dihasilkan dari kerja paksa muslim Uighur di wilayah Xinjiang China Barat. Perang dagang ini kembali memperkeruh kondisi pasar keuangan global.

Sementara itu, Uni Eropa kembali melaporkan pertumbuhan ekonomi yang mengalami kontraksi parah. Meski demikian bursa Eropa masih mampu dibuka menguat.

Di sisi lain, Rusia nantinya diyakini akan masuk dalam resesi teknikal. Pertumbuhan ekonomi Rusia kuartal kedua diperkirakan negatif lebih dariĀ  8% secara tahunan. Kinerja ekonomi di Rusia tersebut memberikan indikasi buruk setelah sejumlah negara lain juga mengalami hal yang sama.

Dari dalam negeri, penambahan jumlah kasus pasien positif Covid-19 kian mengkhawatirkan. Belakangan secara harian kenaikannya sudah mencapi 3.000 per hari.

“Dan ini menjadi kabar yang tidak baik bagi pasar keuangan kita. Dan akan menjadi kabar buruk bagi kinerja indeks saham maupun kinerja mata uang Rupiah kedepan. Terlebih ada kasus temuan penyakit pada uji coba vaksin relawan Covid-19 di AS,” katanya, Rabu (9/9/2020).

Pada hari ini, IHSG ditutup anjlok 1.81% di level 5.149,37. Kinerja IHSG terpuruk kian dalam setelah menembus level psikologis 5.200. Dan IHSG kesulitan untuk bangkit setelah level tersebut terlewati.

Sementara itu, mata uang Rupiah juga terpuruk pada perdagangan hari ini. Rupiah bahkan sempat terpuruk hingga ke level 14.850 per US Dolar, meskipun di sesi kedua perdagangan Rupiah mampu menunjukan perlawanan dan berhasil mengurangi kerugiannya dengan ditutup di level 14.799 per US Dolar.

“Begitupun Rupiah tetap saja ditutup melemah dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya,” pungkasnya.(ng)