Harga Emas Perhiasan Naik, Agustus Ini Sumut Dilanda Inflasi 0,06%

Kepala BPS Sumut Syech Suhaimi. Ist

fokusmedan : Emas perhiasan menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi Sumatera Utara (Sumut) pada Agustus 2020 ini. Tercatat, inflasi Sumut mencapai 0,06%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut Syech Suahaimi mengatakan, inflasi Sumut merupakan gabungan dari lima kota Indeks Harga Konsumen (IHK). Di mana, Pematangsiantar inflasi 0,20%, Medan inflasi 0,04%, Padangsidimpuan inflasi 0,07% dan Gunung Sitoli 0,61%. Sementara itu, Sibolga deflasi sebesar 0,01%.

“Dengan demikian, gabungan 5 kota IHK di Sumatera Utara pada Agustus 2020 inflasi 0,06%,” ujarnya, Selasa (1/9/2020).

Di Agustus 2020, lanjutnya, Medan tercatat inflasi 0,04% atau terjadi peningkatan IHK dari 102,72 pada Juli 2020 menjadi 102,76 pada Agustus 2020.

Baca Juga : Harga Emas Naik Rp 8.000 Menjadi Rp 1,019 Juta per Gram

Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,27%, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,05%. Kemudian, kelompok pendidikan sebesar 0,08%, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,16% dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,18%.

“Sedangkan untuk komoditas utama penyumbang inflasi selama Agustus 2020 di Medan antara lain emas perhiasan, cabai merah, minyak goreng, ikan dencis, kelapa, sawi hijau, dan cabai rawit,” katanya.

Suhaimi merinci, inflasi Agustus 2020 menyebabkan inflasi tahun kalender Agustus 2020 (Agustus 2020 terhadap Desember 2019) masing-masing kota, Sibolga deflasi 0,59%, Pematangsiantar deflasi 0,11%, Medan inflasi 0,40%, Padangsidimpuan inflasi 1,45% dan Gunung Sitoli inflasi 1,48%.

“Dengan demikian, inflasi tahun kalender gabungan 5 kota IHK di Sumatera Utara sebesar 0,41 persen,” ucapnya.

Inflasi Agustus 2020 menyebabkan inflasi tahun ke tahun (Agustus 2020 terhadap Agustus 2019) masing-masing kota, Sibolga deflasi 1,14%, Pematangsiantar deflasi 0,51%, Medan deflasi 0,47 persen, Padangsidimpuan inflasi 1,05 %, dan Gunung Sitoli deflasi 1,37%. Dengan demikian, laju inflasi tahun ke tahun gabungan 5 kota IHK di Sumatera Utara deflasi 0,43%.(ng)