Marak Penipuan Arisan Online di Medan! Wanita Cantik Ini Jadi Korban Merugi Rp100 Juta

Korban penipuan arisan online membuat laporan ke Polrestabes Medan. Foto Fokus Medan

fokusmedan : Penipuan dengan modus arisan online semakin marak saja terjadi di Medan, oleh sebab itu masyarakat diharapkan berhati-hati agar tidak menjadi korban.

Seperti yang dialami wanita cantik bernama Kholidiyah Br Perangin-angin (24) warga Lorong Sentosa No. 56 Belawan yang mengaku menjadi korban kasus penipuan.

Senin (31/8/2020) siang, ia mendatangi Polrestabes Medan guna melaporkan seorang owner arisan T online yang diduga pelaku penipuan berinisial TDM alias TN (25).

Kepada fokusmedan.com, korban mengatakan, ia terpaksa melaporkan diduga pelaku yang diketahui tinggal di sebuah perumahan di Jl. Perjuangan, Kecamatan Medan Sunggal, karena kesal uang korban dalam arisan online yang dikelola diduga pelaku yang seharusnya korban terima di bulan Juli 2020 tak kunjung dikembalikan/ penarikan (get).

Baca Juga : Polda Sumut tangkap komplotan pemeras anggota DPRD

Laporan korban pun sudah tertuang dengan bukti laporan polisi nomor : LP/1921/VIII/2020/SPKT Restabes Medan tanggal 5 Agustus 2020

“Saya ikut 3 nomor sudah 7 bulan bergabung/ ikut arisan online milik TN. Slot pertama penyerahan uang secara bertahap per 17 hari sebesar Rp. 800 ribu. Slot kedua per 1 bulan sebesar Rp. 4,8 juta dan slot ketiga 1 juta/ bulan. Penyerahan uang tersebut dengan cara transfer, buktinya ada. Jadi total get penarikan yang dijanjikan TN ke saya sebesar Rp. 100 juta,” ujar Kholidiyah.

Korban mengatakan, total uang yang telah disetor ke TN sebesar Rp. 42 juta, dimana seharusnya get (penarikan) korban tepat pada tanggal 25 Juli 2020 ia terima Rp. 100 juta. Namun, nyatanya uang tersebut tak kunjung diberikan.

“Saya pun akhirnya melaporkan TDM alias TN ke Polrestabes Medan karena kesal dia (TDM) bisa-bisanya huru hara sana sini tanpa ada perasaan gitu,” kata korban.

“Saya berharap dia (diduga pelaku) segera ditangkap karena ada beberapa korban lagi yang sudah melapor ke polisi dan berharap haknya dikembalikan,” sambungnya.

(Rio)