22/02/2024 20:12
NASIONAL

Besok, Ridwan Kamil Mulai Disuntik Vaksin Covid-19 Sinovac

fokusmedan : Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dijadwalkan mengikuti prosedur uji klinis calon vaksin Covid-19 asal perusahaan China, Sinovac di Kota Bandung, Selasa (24/8). Meski ada rasa was was, dalam sepekan terakhir ia menjaga kebugaran agar fisiknya siap.

Pria yang akrab disapa Emil ini mengaku merutinkan olahraga dan menjaga pola makan serta tidur cukup. Selain itu, ia fokus pada literasi mengenai uji klinis vaksin yang akan ia lakukan.

“Ada sekian persen rasa was-was yang masuk akal. Tapi karena sudah dua jam dikuliahi oleh Prof Kusnandi sehingga semua kewas-wasan karena tidak mengetahui ilmunya menjadi lebih tenang. Sehingga sekarang tidak was-was tapi lebih pada persiapan fisik supaya pas dilakukan kondisinya prima,” kata dia, Senin (24/8).

Ia mengakui bahwa keikutsertaannya menjadi relawan uji klinis memiliki risiko. Namun, ia menyebut bahwa langkahnya ini sangat relevan diambil di tengah kekhawatiran masyarakat yang dijejali banyak informasi yang tidak valid.

“Nasihat dari ibu saya, kalau ada rebutan rezeki rakyat di depan pemimpin belakangan. Kalau ada ramai kekhawatiran sebaliknya pemimpin yang di depan duluan baru rakyat belakangan,” kata dia.

“Kemarin kalau saya tidak melakukan keputusan itu saya khawatir berkepanjangan spekulasi, berita bohong, hoaks, bahwa rakyat dikorbankan jadi kelinci percobaan. Justru kalau begini agak reda, saya menjadi saksi kalau berhasil, kalau gagal seperti apa,” ia melanjutkan.

Ia menegaskan, penanganan pandemi ini diibaratkan dengan perang. Semua harus terlibat untuk menjadi bagian solusi. Uji klinis pun dianalogikan sebagai pengetesan senjata untuk melawan musuh.

“Kalau gak dites gimana, kita akan hidup di dalam ketidakpastian. Harus disyukuri ternyata Indonesia bisa memproduksi sendiri. Jadi kita gak beli barang jadi yang nanti dipermainkan segala rupa. Tapi kita memproduksi yang pabriknya ada di Jabar,” kata dia.

Selain Ridwan Kamil, para pejabat pimpinan daerah di Jabar akan menjalani vaksinasi Covid 19. Kapolda Jabar dan Pangdam III Siliwangi dijadwalkan bersamaan.

Manajer Lapangan Uji Klinis Vaksin Covid 19 Fakultas Kedokteran Unpad, Eddy Fadlyana mengatakan penyuntikan vaksin pekan ini merupakan tahap 2 setelah sebelumnya dilaksanakan pada 11 Agustus dan 14 Agustus. Penyuntikan vaksin dilaksanakan di enam tempat. Yakni‎ Rumah Sakit Pendidikan dan Balai Kesehatan Unpad, Puskesmas Garuda, Dago, Cimbeleuit dan Sukapakir.

“Untuk Gubernur, Kapolda dan Pangdam III Siliwangi penyuntikan dilaksanakan di Puskesmas Garuda,” ucapnya.

Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jabar Hermansyah mengatakan, sebelum penyuntikan dilakukan Ridwan Kamil menjalani pemeriksaan fisik dan uji usap (swab test) Polymerase Chain Reaction (PCR).

“Jika hasilnya negatif, tiga hari kemudian, Pak Gubernur menjalani proses penyuntikan. Proses uji klinis Bapak Gubernur tidak dapat diliput secara langsung oleh media,” kata dia.

Juru bicara tim uji klinis vaksin Covid-19 Universitas Padjadjaran (Unpad) Rodman Tarigan mengatakan, selama uji klinis, sukarelawan melakukan lima kunjungan penelitian. Pada kunjungan pertama, sukarelawan akan mendapatkan penjelasan mengenai alur uji klinis dan swab test.

“Hasil tes akan diumumkan 2-3 hari. Jika hasil tes positif, sukarelawan tidak bisa ikut uji klinis. Kalau hasilnya negatif, bisa ikut dalam proses penelitian selanjutnya,” kata Rodman.

Pada kunjungan kedua, kata Rodman, sukarelawan akan kembali mengikuti tes kesehatan fisik dan rapid test. Jika hasil tes memenuhi syarat dan hasil rapid test nonreaktif, penyuntikan vaksin Covid-19 atau plasebo dapat dilakukan.

“Setiap suntikan terdapat reaksi dalam waktu 30-40 menit. Jadi, kami menyediakan tempat observasi. Apabila tidak terjadi gejala, sukarelawan dapat pulang,” katanya.

Proses uji klinis vaksin Covid-19 fase ketiga ini akan berjalan selama enam bulan atau hingga akhir 2020. Jika berjalan lancar, rencananya vaksin Sinovac akan mendapat izin edar dan diproduksi massal di awal 2021.(yaya)