21/02/2024 18:45
INTERNASIONAL

Donald Trump Larang Perusahaan China di AS, Ini Reaksi Alibaba

fokusmedan : Perusahaan e-commerce besar asal China, Alibaba mengambil inisiatif meredakan ketegangan dengan Donald Trump, yang akhir-akhir ini terus mengecam perusahaan-perusahaan China. Kepala eksekutif perusahaan tersebut, Daniel Zhang mengatakan bahwa mulai sekarang, Alibaba akan mulai mendukung pengecer, bisnis kecil, dan petani Amerika.

“Fokus komersial utama Alibaba di AS adalah mendukung merek, pengecer, bisnis kecil dan petani Amerika untuk menjual kepada konsumen dan mitra dagang di China, serta pasar lainnya di seluruh dunia,” jelas Zhang kepada investor.

Dilansir dari BBC, kebijakan ini muncul saat perusahaan teknologi itu mengumumkan lonjakan penjualan yang lebih baik dari perkiraan saat kuartal ini dan seminggu setelah Trump menyatakan akan melawan China pada pidato kampanyenya.

Zhang menegaskan, dia memantau dengan cermat kebijakan pemerintah AS terhadap perusahaan China dan berusaha untuk menilai dengan hati-hati potensi dari dampak apapun secara menyeluruh. Meskipun begitu, pendapat Zhang belum ditanggapi sepenuhnya oleh pemerintah Amerika Serikat.

Awal bulan ini, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo meminta perusahaan teknologi Amerika untuk memutuskan hubungan dengan perusahaan China, termasuk Alibaba, Tencent dan Baidu sebagai bagian dari apa yang disebut program “Jaringan Bersih” pemerintahan Trump. Sementara itu, Trump berjanji akan mengenakan tarif pada perusahaan-perusahaan AS yang menolak untuk memindahkan pekerjaannya dari luar negeri.

“Kami akan memberikan kredit pajak kepada perusahaan untuk mengembalikan pekerjaan ke Amerika, dan jika mereka tidak melakukannya, kami akan mengenakan tarif pada perusahaan-perusahaan itu, dan mereka harus membayar kami banyak uang,” kata Trump.

Dia juga mengancam akan mencabut kontrak pemerintah AS dari perusahaan yang terus melakukan outsourcing pekerjaan ke China. Adapun saham Alibaba sebenarnya telah melonjak lebih dari 20 persen tahun ini karena investor di seluruh dunia menggelontorkan uang untuk perusahaan e-commerce yang dianggap mendapat manfaat dari orang-orang yang tinggal di rumah selama pandemi covid-19.

Dilansir dari BBC, penghasilan kuat dari Alibaba mencerminkan adanya rebound dari ekonomi di China. Salah satu faktor yang memengaruhi adalah perubahan perilaku konsumen dalam berbelanja. Khususnya pada saat lockdown, orang berbondong-bondong untuk membeli barang-barang seperti tikar yoga dan masker wajah secara online. Alhasil, terjadi peningkatan besar pada penjualan kosmetik pada pasca-karantina.(yaya)