Viagra Adalah Obat untuk Mengatasi Impotensi, Kenali Manfaat dan Efek Sampingnya

fokusmedan : Viagra adalah obat untuk mengatasi impotensi atau masalah disfungsi ereksi. Obat ini mengandung zat sildenafil yang mampu meningkatkan aliran darah ke jaringan otot di penis, sehingga menyebabkan ereksi pada pria. Biasanya, orang yang mengonsumsi obat ini perlu resep dokter untuk mengetahui manfaat dan risikonya.

Melansir Good Doctor, viagra adalah obat khusus meningkatkan aliran darah ke penis untuk membantu pria mendapatkan dan mempertahankan ereksi. Obat ini tidak melindungi dari penyakit seksual seperti HIV, hepatitis B, atau sifilis. Sehingga, langkah terbaik saat berhubungan seksual ialah memakai kondom lateks.

Seseorang yang mengonsumsi obat viagra harus sesuai dengan resep dokter. Ada beberapa efek samping berbahaya yang bisa timbul jika tidak sesuai dengan dosis tertentu. Lantas, apa saja manfaat dan efek samping viagra? Simak ulasannya yang merdeka.com lansir dari laman Sehatq berikut ini.

Mengenal Viagra

Viagra adalah salah satu obat yang biasa dikonsumsi pria yang memiliki masalah impotensi dan disfungsi ereksi. Seseorang yang mengalami kondisi gangguan ini tidak mampu ereksi atau mempertahankan ereksi, meski telah mendapatkan rangsangan seksual. Sehingga, tak jarang ketika pria mengalami impotensi kerap memakai obat viagra agar bisa mempertahankan ereksi.

Di samping itu, meski lebih terkenal sebagai obat kuat, namun sebenarnya zat sildenafil pada viagra merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi hipertensi pulmonal atau tingginya tekanan pembuluh di paru-paru. Namun, untuk mengatasi hipertensi pulmonal diperlukan dosis sildenafil yang lebih rendah.

Umumnya, viagra dikemas dalam bentuk pil berwarna biru. Setidaknya terdapat tiga jenis varian produk viagra, di antaranya:

• Viagra yang berisi sildenafil 50 mg.

• Viagra yang berisi sildenafil 100 mg.

• Viagra yang berisi sildenafil 25 mg.

Manfaat Viagra

Viagra adalah obat yang biasa dikonsumsi oleh pria dewasa ketika tidak memiliki kemampuan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi dengan baik. Obat ini dipercaya membantu pria mendapatkan ereksi sejak 1998. Adapun cara kerja viagra ialah menyasar pada sistem vaskular, yakni Cgmp neotida siklik (cclic guanosine monophosphate).

Di samping itu, viagra cepat diserap ke dalam aliran darah. Beberapa pria bisa mendapatkan ereksi hanya 12 menit setelah meminum pil biru ini. Meski para ahli menyarankan untuk menunggu satu jam penuh agar efek obat lebih teras, namun mungkin pria tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkan ereksi.

Efek Samping Viagra

Viagra memiliki kandungan zat sildenafil untuk mencegah masalah disfungsi ereksi. Obat ini mencegah enzim yang disebut phosphodiesterase tipe 5 yang bekerja terlalu cepat. Selain itu, mengonsumsi obat ini biasanya menimbulkan efek samping seperti:

• Perasaan hangat dan memerahnya leher, dada bagian atas, atau wajah Anda dengan cepat.

• Hidung tersumbat.

• Mual.

• Rasa tidak nyaman pada perut bagian atas karena penyakit asam lambung atau maag (dispepsia).

• Sakit kepala.

• Pusing.

• Visi kabur.

• Gangguan sianopsia visual dimana penglihatan melihat semua hal berwarna biru.

Cara Menggunakan Viagra yang Benar

Sebelum menggunakan viagra, pastikan untuk mengetahui aturan pemakaian obat dengan benar. Adapun cara memakai viagra yang benar sebagai berikut:

• Baca petunjuk pada kemasan atau ikuti sesuai anjuran dokter sebelum menggunakan obat sildenafil.

• Obat ini dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan atau sesuai yang diarahkan oleh dokter.

• Viagra tidak boleh dikonsumsi oleh orang yang alergi terhadap sildenafil, menderita gagal jantung, gangguan fungsi hati berat, serta kelainan fungsi retina bawaan.

• Hindari mengonsumsi Viagra bersamaan dengan obat-obatan golongan nitrat, seperti nitrogliserin atau isosorbide dinitrate, karena dapat menimbulkan interaksi obat.

• Dosis akan diberikan sesuai kondisi medis. Pastikan untuk memberitahu dokter jika anda menggunakan obat lain selain obat ini.(yaya)