8 Gejala Serangan Jantung, Waspadai Gangguan Pencernaan Salah Satunya

fokumedan : Gejala serangan jantung bisa muncul secara mendadak. Terkadang beberapa hari atau minggu sebelumnya, penderita sudah merasa ada nyeri.

Kemunculan gejala serangan jantung acap kali terabaikan, sebab memiliki kemiripan dengan sakit ringan lainnya. Apalagi melihat bahwa gejala ini kerap datang saat beraktivitas dan lekas mereda saat beristirahat.

Sebagian penderita serangan jantung yang lain ada yang tidak mengalami gejala sama sekali. Hal ini biasanya dialami oleh penderita diabetes, wanita, dan lansia.

Guna memahami lebih lanjut, berikut gejala serangan jantung yang patut diwaspadai, beserta penanganan yang tepat dirangkum dari berbagai sumber.

Serangan Jantung

Jenis-jenis penyakit jantung memerlukan perawatan yang berbeda, seperti penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan gagal jantung. Namun terkadang memiliki gejala dan tanda yang hampir sama.

Melansir dari alodokter, serangan jantung terjadi saat aliran darah ke jantung terhambat oleh plak. Aliran yang terganggu bisa merusak kinerja otot jantung.

Gejala serangan jantung biasanya berlangsung sekitar 30 menit atau lebih. Terkadang tidak segera mereka meski telah minum obat antinyeri.

Gejala serangan jantung akan muncul dengan intesitas ringan hingga berat. Sedangkan penderita yang tak mengalami gejala apa pun, kerap disebut dengan silent myocardial infarction (MI).

Gejala Serangan Jantung

1. Nyeri Dada

Gejala serangan jantung yang pertama dan kerap dialami penderita ialah nyeri dada. Bagian dada terasa seperti ditekan benda berat atau ditarik sesuatu.
Rasa sakit yang terkadang menjalar ke lengan, pundak kiri, leher, punggung, rahang, tulang dada, dan tubuh bagian atas. Hal ini bisa berlangsung selama beberapa menit.

2. Berkeringat Meski Tak Beraktivitas

Gejala serangan jantung berikutnya yang terkadang masih diabaikan, yakni berkeringat meski tak melakukan aktivitas berat atau di cuaca terik.

Dilansir dari SehatQ, proses memompa darah melewati arteri tersumbat. Akhirnya memaksa jantung bekerja lebih ekstra.

Tubuh menjadi menghasilkan lebih banyak keringat dingin di sekujur tubuh dan telapak tangan. Kasus pada wanita lansia, gejala serangan jantung ini kerap muncul di malam hari. Kondisi yang terabaikan, sebab dianggap sebagai tanda menopause.

3. Gangguan Pencernaan

Gejala serangan jantung selanjutnya ialah muncul gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, atau sakit perut. Gangguan pencernaan ini juga kerap kali diabaikan dan tak dianggap serius.

Namun tak ada salahnya untuk melakukan pengecekan, terutama penderita lanjut usia (lansia), guna mencegah serangan jantung yang berakibat fatal.

4. Mudah Lelah

Kelelahan atau mudah lelah termasuk gejala serangan jantung berikutnya yang patut diwaspadai. Saat jantung bekerja keras untuk memompa darah melalui pembuluh darah tersumbat.

Kemudian membuat tubuh mudah lelah, walau tak melakukan kegiatan berat. Gejala serangan jantung ini kerap terjadi beberapa bulan sebelum serangan itu terjadi.

5. Kepala Ringan dan Pingsan

Sebagian penderita ada yang mengalami gejala pusing hingga pingsan. Sedangkan penderita yang lain merasakan gejala serangan jantung dengan kepala terasa ringan.

Pusing yang seakan ingin pingsan akan muncul saat pasien hendak berdiri dari posisi duduk atau bangkit dari berbaring.

6. Sesak Napas

Gejala serangan jantung berikutnya dengan muncul sesak napas. Jantung berdenyut untuk memompa darah ke seluruh tubuh dan mengambil oksigen dari paru-paru.

Apabila jantung tidak sanggup memompa darah dengan optimal, mala salah satu dampaknya ialah sesak napas. Biasanya penderita akan mengeluh lelah saat sesak ringan, meski melakukan pekerjaan ringan dan rutinitas sehari-hari.

7. Merasa Sangat Gelisah dan Cemas

Gejala serangan jantung yang terkadang terabaikan selanjutnya ialah perasaan gelisah dan cemas. Kondisi jantung yang tak optimal memengaruhi peredaran darah.

Kebutuhan oksigen menjadi kurang atau tak tepat waktu. Hingga terkadang secara tidak langsung membuat penderita jadi lebih mudah cemas tanpa alasan yang jelas.

8. Irama Jantung tak Beraturan

Penderita serangan jantung ada yang mengalami gejala serasa jantung berdebar. Selain di jantung, debaran seperti menjalar di leher dan dada.

Serta ada yang mengeluhkan perasaan jantung berdebar kencang dengan irama denyut yang tidak beraturan.

Jantung dalam kondisi normal, seharusnya tetap berdegup normal untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Pertolongan Pertama Serangan Jantung Sadarkan Diri

Apabila mengalami serangan jantung dengan kondisi penderita masih sadarkan diri, pertolongan pertama yang disa dilakukan dilansir dari alodokter, sebagai berikut:

  • Mencoba menenangkan pasien dan hubungi ambulans secepatnya.
  • Sambil menunggu ambulans datang, bimbing pasien untuk duduk di kursi, lantai, atau bersandar pada dinding. Lebih disarankan duduk di lantai. Karena bisa mengurangi cedera jikalau tiba-tiba pasien pingsan.
  • Setelah penderita duduk, longgarkan pakaian yang dikenakan.
  • Jika pasien memiliki obat nitrogliserin yang diresepkan dari dokter, segera berikan obat itu padanya. Cara pemberiannya, dengan meletakkan tablet di bawah lidah.
  • Selanjutnya, bila ada berikan aspirin 325 mg dan mintalah pasien untuk mengunyahnya. Namun pastikan Anda yakin pasien tidak punya riwayat perdarahan dan alergi aspirin.
  • Hindari memberikan makanan atau minuman apapun melalui mulut.
  • Setelah pertolongan pertama serangan jantung diberikan dan ambulans datang, segera bawa ke UGD atau rumah sakit terdekat.
  • Bila saat menunggu pasien tidak sadarkan diri, lakukan resusitasi jantung paru.