24/02/2024 15:49
NASIONAL

Sumut Siapkan Langkah Terpadu Atasi Covid-19 di Medan, Binjai dan Deli Serdang

fokusmedan : Kawasan Kota Medan, Binjai, dan Kabupaten Deli Serdang menjadi perhatian utama pada penanganan Covid-19 di Sumut. Jika digabungkan ketiganya merupakan penyumbang terbesar infeksi virus corona di provinsi tersebut.

Berdasarkan catatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumatera Utara (Sumut), per 3 Agustus 2020, terdapat 4.193 kasus konfirmasi di daerah ini. Sebanyak 76% di antaranya disumbang Medan, Binjai dan Deli Serdang (Mebidang), tiga daerah yang berdekatan dan mobilitas masyarakatnya antardaerah itu cukup tinggi.

Kota Medan menyumbang 61% kasus konfirmasi Covid-19 di Sumut, Kabupaten Deli Serdang 13% dan Kota Binjai 2%. Sisanya 24% tersebar di 30 kabupaten/kota lain. Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menilai diperlukan langkah terpadu agar upaya penanganan Covid-19 di tiga kota dan kabupaten ini lebih maksimal.

“Ini ada Kota Medan, Kota Binjai dan Kabupaten Deli Serdang, kita turun tangan di dalamnya, karena ini lebih dari satu kabupaten/kota. Langkahnya, memastikan upaya isolasi kepada pasien ringan dan sedang ke tempat-tempat yang disiapkan, membentuk tim untuk pendisiplinan masyarakat agar patuh dengan protokol kesehatan,” kata Edy dalam Rapat Evaluasi Penerapan Tatanan Baru Produktif dan Aman Covid-19 di Kota Medan, Kota Binjai dan Kabupaten Deli Serdang (Mebidang), di Pendopo Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman, Medan, Selasa (4/8).

Rapat dihadiri Wakil Ketua DPRD Sumut Salman Alfarisi, Wali Kota Binjai HM Idaham, Wakil Bupati Deli Serdang M Yusuf Siregar dan perwakilan Pemko Medan. Serta sejumlah pihak terkait di bidang kesehatan dan akademisi juga hadir di kegiatan itu.

Menurut Edy, langkah yang dibuat bukan pengambilalihan peran dan kewenangan pemerintah kabupaten/kota. GTPP Covid-19 Sumut ikut berperan aktif di kawasan Mebidang tersebut dalam menghadapi pandemi ini atau mengoordinasi ketiganya agar lebih terpadu. Fokusnya lebih kepada proses penanganan Covid-19 di tiga daerah ini agar lebih maksimal.

Secara teknis, upaya yang dilakukan adalah menyiapkan fasilitas pelayanan (karantina kesehatan), berikut tenaga kesehatan yang ada di tiga daerah dengan klasifikasi pasien ringan dan sedang untuk isolasi dan penanganan.

Lokasinya disiapkan di setiap daerah di kawasan Mebidang, termasuk penyiapan petugas keamanan dari TNI/Polri serta Satpol PP.

“Di masing-masing titik perbatasan dibuatkan Posko Penanganan di bawah Gugus Tugas masing-masing kabupaten/kota dengan Gugus Tugas Provinsi sebagai komandan. Kemudian sosialisasi kepada masyarakat serta pendisiplinan masyarakat. Bukan berarti pemerintah daerah itu gagal, tetapi memang masyarakat masih belum disiplin menjalankan protokol kesehatan. Nanti kita siapkan bagaimana sanksinya,” sebut Edy.

Kegiatan peningkatan pengendalian Covid-19 Sumut untuk Mebidang di antaranya sosialisasi, penyekatan, penyiapan dan penambahan karantina terpusat, penambahan ruangan isolasi di RS rujukan, persiapan menambah RS rujukan, melengkapi alat-alat kesehatan sesuai standar, penambahan jumlah tenaga medis dan paramedis, petugas penyelidikan epidemiologi, serta tenaga pendukung lainnya, peningkatan pengamanan hingga peningkatan pemeriksaan laboratorium (kapasitas PCR/swab).

Walikota Binjai HM Idaham mendukung langkah Pemprov Sumut. Dia berharap dengan upaya ini, kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah bisa lebih baik. Sebab sejauh ini, sosialisasi, imbauan dan peringatan seakan tidak diindahkan warga, terutama soal penggunaan masker, menjaga jarak atau menghindari keramaian.

“Kami siap membantu dan mendukung. Kami berharap kita bisa membangun kepercayaan masyarakat bahwa pemerintah hadir untuk mereka,” ujar Idaham.(yaya)