OJK Catat Kredit Macet Perbankan Naik Jadi 3,11 Persen di Juni 2020

fokusmedan : Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat rasio kredit bermasalah/kredit macet (Non-Performing Loan/NPL) perbankan meningkat di Juni 2020 menjadi 3,11 persen secara gross. Ini menunjukkan berlanjutnya tren peningkatan risiko kredit sejak awal tahun. Berdasarkan data OJK, tren peningkatan NPL telah terjadi sejak akhir 2019.

“Tren NPL juga slightly (sedikit) meningkat dari waktu ke waktu dimana pada Desember 2019 itu 2,53 persen, Maret 2020 jadi 2,77 persen, April 2,89 persen, Mei 3,01 persen, dan Juni 3,11 persen,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Selasa (4/8).

Berdasarkan jenis penyaluran kredit, NPL tertinggi berada pada kredit modal kerja yang sebesar 3,96 persen. NPL kredit investasi dan kredit konsumsi masing-masing juga meningkat menjadi 2,58 persen dan 2,22 persen.

Sedangkan menurut sektor penyaluran kredit, NPL untuk kredit sektor perdagangan mencapai 4,59 persen, pengolahan 4,57 persen, dan rumah tangga 2,32 persen. Ketiga sektor kredit tersebut memenuhi hingga 57 persen dari total kredit perbankan.

Meski risiko kredit bermasalah terus meningkat sejak enam bulan terakhir, Wimboh mengatakan kapasitas permodalan perbankan masih cukup kuat untuk memitigasi risiko dari kenaikan NPL dan juga mendorong pertumbuhan kredit ke depannya. Di Juni, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan meningkat jadi 22,59 persen per Juni 2020 dari 22,14 persen di Mei 2020.

“Permodalan perbankan masih sangat resilient, dan ini mempunyai back up yang kuat untuk mendorong kredit ke depan,” ujarnya.

Wimboh mengatakan OJK juga terus meningkatkan upaya restrukturisasi kredit untuk menjaga kenaikan NPL.

Dia mencatat data terakhir sudah ada 6,73 juta nasabah yang menerima restrukturisasi senilai Rp784,36 triliun.(yaya)