Gubernur Edy Rahmayadi Salat Iduladha di Rumah, Pemprov Sumut Sembelih 154 Sapi

fokusmedan : Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi bersama keluarga melaksanakan Salat Idul Adha 1441 H di kediaman pribadinya Jalan Pantai Bunga, Desa Pamah, Kecamatan Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (31/7). Ibadah dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sejumlah pejabat Pemprov Sumut turut salat di lokasi itu. Seluruhnya jemaah mengenakan masker dan menjaga jarak saf.

Salat Idul Adha diimami Ustaz Alfan Arbudi berlangsung khusyuk dan tertib. Dalam khutbahnya, Alfan antara lain menyampaikan berkurban merupakan manifestasi semangat rela berkorban Nabi Ibrahim. Diimplementasikan dengan berbagi nikmat kepada sesama muslim. “Mari kita mengevaluasi diri kita, sudah sejauh mana pengabdian kita kepada Allah SWT. Inilah kurban mengemban misi sosial kepada sesama muslim lainnya,” ujar Alfan.

Sebelumnya, Edy Rahmayadi menyampaikan, pandemi Covid-19 bukanlah halangan untuk melaksanakan ibadah kepada Allah SWT, termasuk salat Idul Adha. Namun protokol kesehatan tetap harus dipatuhi guna memutus rantai penularan Covid-19.

“Pandemi ini bukan halangan kita melaksanakan ibadah. Mari kita rayakan Idul Adha, ambil berkahnya, tetap kita beribadah, namun harus dengan menjalankan protokol kesehatan,” kata Gubernur usai Salat Idul Adha.

Seusai mengikuti salat Iduladha di kediaman Gubernur, Sekdaprov Sumut R Sabrina dan sejumlah pejabat lainnya menyaksikan penyembelihan sapi kurban di lingkungan Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan. Tahun ini, Pemprov Sumut menyembelih 154 ekor sapi ditambah 1 ekor sapi dari Presiden Republik Indonesia.

“Para ASN Pemprov Sumut, Pak Gubernur dan Wagub beserta BUMD kita tahun ini berkurban sebanyak 154 ekor lembu dan 1 ekor dari Presiden. Ini adalah ibadah dari masing-masing pribadi yang disatukan, kemudian disebar ke 33 kabupaten/kota, bekerja sama dengan MUI setempat,” ujar Sabrina.

Tahun ini, sesuai dengan arahan Gubernur, daging kurban yang telah dipotong dibungkus dengan besek bambu. “Kita diarahkan Pak Gubernur, tidak boleh menggunakan wadah plastik dan ini turut membantu UMKM atau pengrajin kita, sehingga mereka itu punya pemasaran yang kita beli beseknya untuk kita gunakan di sini,” ujar Sabrina.(yaya)