Bos Garuda Indonesia Sebut Belum Ada Penumpang Pesawat untuk Wisata

fokusmedan : Kementerian Perhubungan mencatat bahwa trafik penerbangan mengalami kenaikan sebesar 80 persen setelah memasuki masa transisi new normal. Meski demikian, masih ada masalah yang ditimbulkan, salah satunya jumlah penerbangan yang telah disiapkan oleh berbagai maskapai tidak seimbang dengan jumlah penumpang atau demand-nya.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan, penumpang pesawat saat ini hanya mereka yang terpaksa terbang dengan alasan tertentu. Misalnya alasan dinas pekerjaan atau kondisi darurat keluarga.

“Hari ini yang terbang itu yang memang harus terbang karena dinas atau kondisi keluarga gawat,” kata Irfan dalam diskusi Ngopi Pagi bertajuk ‘Yuk Terbang Lagi Bersama Garuda’ di Rakyat Merdeka TV, Jakarta, Jumat, (24/7).

Sementara itu penumpang yang mau terbang untuk keperluan wisata atau silaturahim ke lintas daerah belum ada. Mereka masih memastikan situasi dan kondisi lantaran takut terpapar virus corona dalam perjalanan.

Untuk itu, maskapai pelat merah ini membuat kampanye Terbang Bersama Garuda Aman dan Nyaman. Penerapan protokol kesehatan yang ketat dilakukan perusahaan. Penumpang dan awak kabin wajib memakai masker dan memberlakukan jaga jarak.

Di kelas ekonomi, kursi baris 3 hanya diisi 2 kursi. Kursi tengah sengaja dikosongkan untuk menjaga jarak. Begitu juga untuk kursi bisnis yang hanya diisi satu penumpang. “Kelas bisnis, dua kursi hanya diisi satu penumpang,” kata dia.

Namun pihaknya tetap memberikan pilihan bagi penumpang keluarga yang ingin duduk berderet. Hanya saja ini pun tidak selalu diizinkan, harus dengan persetujuan semua pihak. “Tapi ini sesuai dengan kesepakatan bersama, terbang ini harus membuat aman dengan kehadiran kita bukan hanya terbang aman,” katanya mengakhiri.(yaya)