Iran Eksekusi Agen Amerika dan Israel yang Mata-matai Jenderal Qassim Sulaimani

fokusmedan : Iran mengatakan telah mengeksekusi agen CIA dan Mossad, yang telah dijatuhi vonis karena melakukan spionase untuk agen mata-mata AS dan Israel tersebut, termasuk memata-matai Komandan Garda Revolusi Iran, Jenderal Qassim Sulaimani.

Mahmoud Mousavi Majd dieksekusi Senin pagi, sebagaimana dilaporkan Mizan Online, kantor berita pengadilan, dilansir Press TV, Senin (20/7).

Juru bicara pengadilan, Gholam-Hossein Esmaeili mengumumkan hukuman mati pada konferensi pers 9 Juni.

Terpidana disebut menghubungi agen mata-mata, memberikan informasi yang dia kumpulkan di berbagai bidang terkait keamanan, terutama data mengenai Angkatan Bersenjata Iran, termasuk Pasukan Quds dari Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran. Esmaili mengatakan, Majd menyerahkan informasi tersebut kepada AS dan agen mata-mata Israel sebagai imbalan atas remunerasi dalam dolar.

Mizan Online dalam laporannya menyebutkan, Majd telah dihukum karena memata-matai Jenderal Sulaimani, termasuk memata-matai pergerakan dan lokasi komandan militer lainnya, dan melaporkannya ke CIA dan Mossad.

Hukuman mati diputuskan Cabang 19 Mahkamah Agung Republik Islam Iran.

Jenderal Sulaimani dibunuh dalam serangan udara AS di bandara Baghdad pada 3 Januari lalu, bersama dengan Abu Mahdi Al Muhandis, komandan kedua dari Mobilisasi Populer Irak (PMU), dan sejumlah rekan mereka saat leliar dari Bandara Internasional Baghdad, Irak.

Kedua komandan itu sangat populer karena memainkan peran penting dalam ISIS di kawasan itu, khususnya di Irak dan Suriah.

Mizan Online juga menjelaskan latar belakang singkat tentang Mousavi Majd. Majd pindah ke Suriah bersama keluarganya karena kegiatan bisnis ayahnya puluhan tahun yang lalu.

Setelah selesai kuliah, Majd, yang fasih bahasa Arab dan Inggris, mendaftar sebagai penerjemah dengan perusahaan yang berhubungan dengan Iran. Dia tetap di Suriah sampai perang pecah pada 2011.

Dia kemudian mencoba menjalin kontak dekat dengan penasihat militer Iran di negara tersebut, sebelum menghubungi seorang perwira CIA yang berbasis di Asia Barat.

Kontak Majd dengan petugas terdeteksi oleh intelijen Iran. “Perilaku mencurigakan” Majf kemudian mengarah pada investigasi yang lebih mendalam tentang dirinya yang mengungkap komunikasinya dengan “jaringan petugas intelijen CIA.”(yaya)