Dikawal Ketat, Maria Pauline Lumowa Tiba di Bandara Soekarno-Hatta

fokusmedan : Buronan kasus pembobolan Bank BNI Rp 17 triliun pada 2002, Maria Pauline Lumowa tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, usai diekstradisi dari Serbia. Dia tiba sekitar pukul 11.00 WIB dengan pengawalan ketat petugas Kepolisian, Kamis (9/7).

Maria terlihat mengenakan pakaian oranye khas tahanan, dengan tangan terborgol. Dia juga mengenakan masker.

Dengan penjagaan ketat petugas, Maria yang semula turun dari ruang VIP Terminal 3 Bandara Soetta, kemudian dibawa ke salah satu ruang di gedung VIP tersebut.

Maria Pauline Lumowa, adalah salah satu dari sekian nasabah kredit fiktif BNI, yang telah diekstradisi dari Serbia. Dia sebelumnya ditangkap oleh Interpol Serbia pada 16 Juni kemarin di Bandara Nikolas Tesla.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyelesaikan proses ekstradisi terhadap buronan pelaku pembobolan Bank BNI Maria Pauline Lumowa dari Serbia. Keberhasilan menuntaskan proses ekstradisi ini tak lepas dari diplomasi hukum dan hubungan baik kedua negara. Selain itu, proses ekstradisi ini juga menjadi buah manis komitmen pemerintah dalam upaya penegakan hukum yang berjalan panjang

“Dengan gembira saya menyampaikan bahwa kami telah secara resmi menyelesaikan proses handing over atau penyerahan buronan atas nama Maria Pauline Lumowa dari pemerintah Serbia,” kata Yasonna dalam keterangannya.

Kendati demikian, Yasonna mengaku pemulangan ini sempat mendapat ‘gangguan’. Namun Pemerintah Serbia tegas pada komitmennya untuk mengekstradisi Maria Pauline Lumowa ke Indonesia.

“Indonesia dan Serbia memang belum saling terikat perjanjian ekstradisi, namun lewat pendekatan tingkat tinggi dengan para petinggi Pemerintah Serbia dan mengingat hubungan sangat baik antara kedua negara, permintaan ekstradisi Maria Pauline Lumowa dikabulkan,” katanya.(yaya)