Menteri Basuki: Seluruh K/L Harus Rela Anggaran Dipotong Demi Pemulihan Ekonomi

fokusmedan : Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, menyatakan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) merupakan instrumen paling penting dalam rangka memulihkan kondisi perekonomian bangsa di tengah pandemi COVID-19.

Menteri Basuki mengungkapkan Presiden Joko Widodo telah menyampaikan bahwa kondisi saat ini harus dilakukan sharing the burden. Yaitu semua kementerian/lembaga harus bisa merasakan kesulitan ini bersama-sama.

“Satu-satunya instrumen yang bisa dipakai untuk pemulihan ekonomi yaitu APBN,” kata Menteri Basuki, seperti dikutip dari Antara, dalam acara webinar di Jakarta, Sabtu (27/6).

Menurutnya, saat ini untuk meningkatkan agar pertumbuhan ekonomi tidak lagi minus adalah melalui APBN. Apalagi menteri keuangan juga telah menyatakan bahwa sejumlah kondisi seperti tingkat ekspor, impor, dan investasi sudah minus.

Menteri Basuki bersama dengan jajaran eselon I dari Kementerian PUPR juga sudah bertekad bahwa mereka akan membantu mengurangi beban negara dengan merelakan pemotongan alokasi anggaran kementerian.

Program Kementerian PUPR

Di sektor infrastruktur, lanjutnya, ada sejumlah tantangan yang dihadapi antara lain disparitas atau kesenjangan antar wilayah, daya saing nasional, laju urbanisasi, pemulihan ekonomi nasional, serta ketahanan pangan seperti dengan mengembangkan lumbung pangan di sejumlah daerah luar Jawa.

Sedangkan untuk program prioritas 2020-2021 dari Kementerian PUPR adalah penataan kawasan strategis pariwisata, percepatan pembangunan jalan tol, padat karya tunai, pengembangan kawasan food estate, pengembangan SDM.(yaya)