Awal Pandemi, Penjualan Masker di Platform Online Meningkat 197 Kali Lipat

fokusmedan : Vice President Public Policy & Government Relations Tokopedia, Astri Wahyuni mencatat bahwa selama bulan Maret 2020 atau di awal pandemi corona, terjadi lonjakan permintaan di beberapa kategori di platform Tokokpedia. Kategori tersebut yaitu Kesehatan, produk kebutuhan sehari-hari dan makanan-minuman.

“Terjadi lonjakan permintaan untuk kategori kesehatan, produk kebutuhan sehari-hari dan makanan-minuman,” kata Astri dalam Webinar LPPI bertajuk ‘New Normal Business Model’, Jakarta, Selasa (23/6).

Pada produk makanan, lebih dari 100 ton daging sapi terjual. Lalu produk kesehatan, sebanyak 72 ribu buah hand sanitizer terjual dalam 42 menit. Produk ini dijual kepada sekitar 18 ribu pengguna.

Penjualan produk masker juga meningkat 197 kali dibandingkan bulan Februari 2020. Jumlah penjual di kategori health & personal care meningkat 2,5 kali lipat. Hal ini juga diikuti dengan peningkatan jumlah transaksinya.

“Jumlah transaksi meningkat hampir 3 kali di kategori health & personal care,” kata Astri.

Jumlah jahe yang terjual juga meningkat seiring dengan perkembangan pandemi Covid-19. Astri menyebut jahe yang terjual di Tokopedia dapat dibuat untuk seluruh masyarakat Sukabumi.

“Jumlah jahe yang terjual dapat dibuat menjadi minuman herbal untuk masyarakat Sukabumi berjumlah 350 ribu orang,” kata dia.

Tokopedia Klaim Kuasai 1,5 Persen Perekonomian Indonesia

Vice President Public Policy & Government Relations Tokopedia, Astri Wahyuni mengklaim bahwa 1,5 persen ekonomi Indonesia bergerak di Tokopedia. Hal ini berdasarkan Riset yang dilakukan LPEM FEB Universitas Indonesia tahun 2019.

“1,5 persen ekonomi Indonesia bergerak di Tokopedia,” kata Astri dalam Webinar LPPI bertajuk ‘New Normal Business Model’, Jakarta, Selasa (23/6).

Saat ini kata Astri terdapat lebih dari 90 juta pengguna aktif setiap bulannya. Tak kurang dari 7,2 juta UMKM bergabung dengan Tokopedia. Selain itu, Tokopedia sudah menjangkau 97 persen kecamatan yang ada di Indonesia.

Selama pandemi ini berlangsung, setidaknya tumbuh 86,5 persen pedagang baru yang menjual produknya lewat Tokopedia.

“Sampai bulan ini ada 8 juta pelaku UMKM, 86 ,5 persen diantaranya merupakan pedagang baru,” kata Astri.

Astri menambahkan sebanyak 94 persen pelapak online di Tokopedia tergolong penjual dengan skala usaha mikro. Artinya, pendapatan masing-masing pelaku UMKM mikro kurang dari Rp 100 juta per tahun.

“Ada 94 persen pengusaha mikro yang memiliki omset kurang dari 100 juta per tahun,” kata Astri.(yaya)