15/04/2024 16:22
NASIONAL

‘RUU Cipta Kerja Dibuat Karena Tingkat Pengangguran Masih Tinggi’

fokusmedan : Badan Legislasi (Baleg) DPR RI kembali melanjutkan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja. Pengamat ketenagakerjaan dari Indonesian Consultant at Law (IClaw), Hemasari Dharmabumi menyatakan Rancangan UU Cipta Kerja untuk menghadapi bonus demografi. Menurutnya, bonus demografi akan menjadi tantangan jika tidak ditanggulangi sejak awal.

“Kenapa RUU Cipta Kerja dibuat oleh pemerintah? Itu karena kita ada tendesi atau ancaman bonus demografi,” ujar Hemasari, Rabu (10/6).

Hemasari menuturkan bonus demografi akan membuat angkatan kerja meningkat tajam. Jika dilihat dari piramida struktur kependudukan, dia mengatakan tenaga kerja akan gemuk di tengah.

“Jadi yang tua dan muda akan kalah dengan angkatan kerja yang begitu besar. Jadi akan banyak sekali orang-orang dalam usai produktif akan masuk dalam angkatan kerja,” ujarnya.

Membeludaknya angkatan kerja, lanjut Hemasari akan menimbulkan masalah sosial, ekonomi dan politik jika tidak disertai dengan lapangan kerja yang cukup.

“Oleh karena itulah pemerintah membuat atau menginisiasi UU Cipta Kerja itu. Jadi semata-mata bukan ketenagakerjaan saja,” ujar Hemasari.

Lebih lanjut, Hemasari menyampaikan RUU Cipta Kerja ditujukan untuk menciptakan lapangan kerja, bukan secara khusus mengatur keternagakerjaan. RUU Cipta Kerja, kata dia nantinya akan mengundang investasi yang akan melahirkan lapangan kerja.

“Kenapa pemerintah membuat RUU Cipta Kerja ini? Karena tingkat pengangguran di Indonesia ini masih sangat tinggi,” ujarnya.

Hemasari mencontongkan tingkat pengangguran di Jawa Barat yang mencapai dua juta orang sebelum pandemi Covid-19, khususnya pengangguran terbuka.(yaya)