Harga Gula Masih Tinggi, Menko Airlangga Sebut Akibat Impor Terganggu Lockdown Corona

fokusmedan : Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengakui harga gula pasir di tingkat pasar dan masyarakat masih mengalami lonjakan tinggi. Hal itu terjadi karena keran impor yang dilakukan pemerintah mengalami penundaan akibat adanya pembatasan atau lockdown.

“Memang itu yang menjadi salah satu persoalan,” kata Menko Airlangga usia melakukan ratas, di Jakarta, Rabu (16/5).

Sementara itu, terkait dengan tingginya harga bawang merah memang pemerintah tidak berencana untuk melakukan impor. Mengingat masih ada beberapa daerah yang bisa memproduksinya dalam jumlah besar.

Bawang merah masih menjadi salah satu komoditas yang harganya cukup tinggi. Rata-rata di Jawa saja harganya dari Rp45.000 sampai dengan Rp49.000 per kilogram. Kemudian di Jayapura bahkan bisa menembus mencapai Rp64.000.

“Jadi seperti mentan sampaikan ini masalah distribusi yang akan perlu didorong,” katanya.

Impor Bawang Putih

Kemudian terkait bawang putih, rencana impornya sudah masuk ke lapangan. Dengan demikian diharapkan adanya stok impor harga bisa terkendali. Dia mencatat di April sudah ada sebanyak 81.000 ton bawang putih yang masuk.

“Mei 129.000 ribu stok yang ada. Itu yang tadi saya sebut itu stok. Sedangkan rencana impornya di April 94.000 ribu impor, Mei 78.000 impor,” tandas dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi minta kepada jajarannya agar melihat terkait ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok. Khususnya, kata Jokowi, beberapa harga yang tidak kunjung stabil.

“Saya minta dicek di lapangan, dikontrol sehingga bisa terkendali masyarakat bisa naikkan daya belinya,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas terkait lanjutan Pembahasan Antisipasi Kebutuhan Bahan Pokok di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (13/5).

Imbauan tersebut diminta Jokowi lantaran telah mendapatkan data di lapangan saat ini beberapa harga tidak kunjung stabil. Salah satunya yaitu bawang merah yang hingga saat ini masih di angka Rp51 ribu.

“Bawang merah yang harga nasionalnya rata-rata masih di angka Rp51 ribu, masih jauh dari harga acuan bawang merah yaitu Rp32 ribu,” jelas

Tidak hanya bawang merah, gula pasir pun kata Jokowi saat ini harganya belum stabil. Yaitu mencapai Rp17.500, padahal harga eceran tertinggi (HET) yaitu Rp12.500.

“Oleh sebab itu saya ingin ini dilihat masalahnya ada di mana, urusan distribusi atau memang stok yang kurang, atau memang ada yang sengaja permainkan harga untuk sebuah keuntungan yang besar,” kata Jokowi.(yaya)