Yasonna Siap Mundur Jika Tak Ditemukan Kesalahan Data Imigrasi Harun Masiku

fokusmedan : Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly yakin ada kesalahan sistem informasi imigrasi yang membuat kesimpangsiuran informasi kedatangan tersangka suap anggota KPU Wahyu Setiawan, Harun Masiku. Dia yakin memang ada kesalahan sistem sehingga bersikeras memecat Dirjen Imigrasi Ronny Franky Sompie dan membentuk tim independen.

“Kalau enggak salah saya yang mundur dari menteri, karena saya yakin salah,” ujar Yasonna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/1).

Yasonna menilai tim independen akan bekerja lebih adil karena melibatkan BSSN hingga Bareskrim Polri. Dia mengklaim tim ini agar lebih transparan. Yasonna membantah melindungi tersangka Harun.

“Saya enggak suka ada orang berasumsi seolah-olah saya itu melindungi, bukan melindungi,” ujar dia.

“Saya kira intelektualitas saya bukan belum seperti itu tololnya. Saya belum ingin melakukan harakiri politik saya kira hanya soal-soal begitu, terlalu tolol saya. Saya pikir saya se-tolol itu enggak sampai segininya,” ujar Yasonna.

Yasonna menuturkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Mensesneg Pratikno sudah mengingatkan supaya hati-hati memberikan pernyataan soal kasus Harun Masiku ini.

“Pak presiden bilang hati-hati, melalui Mensetneg hati-hati pak menteri kan dicek ulang dicek ulang,” kata dia.

Yasonna mengatakan, jika Dirjen Imigrasi dan Direktur TI tak bisa lagi dipercaya, siapa lagi yang bisa dipercaya.

“Masa saya pergi ke Soekarno-Hatta sana untuk cek kenapa bisa begitu. Saya kan percaya kepada data,” imbuh dia.

Yasonna membantah menutupi informasi keberadaan Harun. Dia mengatakan saat memberikan pernyataan Harun masih di luar negeri dikeluarkan hari setelah pernyataan Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie pada 16 Januari.

“Kecuali saya misalnya apa namanya menutupi, itu sebab kalau saya menutupi. Tapi enggak mungkin saya lakukan itu,” tegasnya.

Tanggapan Yasonna Dilaporkan ke KPK

Politikus PDIP ini pun tak mau ambil pusing terkait laporan dan desakan masyarakat pegiat antikorupsi agar dia dipecat lantaran kasus Harun Masiku. Yasonna dilaporkan pegiat antikorupsi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Memangnya dia apa? Kenapa memang dilaporin? Biaran saja, ada urusan apa,” kata Yasonna.

Yasonna mengingatkan bahwa yang bisa memecatnya hanyalah Presiden. Menurut dia, langkah diambilnya sejauh ini sudah benar.

“Yang bisa mencopot saya presiden, bukan dia. Sepanjang saya benar, apapun saya labrak. Jangan pakai kata labrak lah,” kata dia.

Terkait masalah imigrasi buron Harun Masiku, menurutnya langkah yang diambilnya sudah tepat dengan mengganti sistem dan Dirjen Imigrasi. “Masalah Masiku memang sistem kami yang sedang dalam apa itu kok. Sudah berapa tahun saya menyuruh pergantian sistem,” katanya.

“Desember saja saya rapat sudah suruh marah-marah sama mereka. Karena lambat. Sering down. Ada orang ambil paspor antrean jadi lama karena sistem transisi dari ke 1 ke 2. Akibatnya belum selesai, terminal 3 sudah selesai, terminal 3 lelet,” tambahnya.

Dia mengakui ada teguran dari Presiden agar lebih berhati-hari terkait urusan Imigrasi yang menjadi polemik itu. “Pak presiden bilang hati-hati melalui Mensetneg, hati-hati pak menteri, kan dicek ulang dicek ulang, tapi kalau saya enggak percaya dirjen menyampaikan dan direktur TI siapa lagi yang saya percaya. Masa saya pergi ke Soekarno-Hatta sana untuk cek kenapa bisa begitu. Saya kan percaya kepada data,” jelasnya.

Yasonna menyebut mulanya statement antara dirinya dan Dirjen Imigrasi sama, sebelum dirjen meralat keberadaan Masiku. Ia mengklaim tak ada yang ia tutupi terkait posisi Harun.

“Coba cek saya bikin statment tanggal sehari beriktnya, tanggal 16 dirjen lagi menyampaikan sesuatu dirjen pada hari berikutnya juga menyampaikan sama. Iya kan. Kecuali saya misalnya apa namanya menutupi, itu sebab kalah saya menutupi. Tapi enggak mungkin saya lakukan itu,” tandasnya.(yaya)