IHSG dan Rupiah Kompak Melemah, Investor Tunggu Sinyal The Fed

Ilustrasi kinerja IHSG. Net

Fokusmedan.com : Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,4 persen ke level 7.858,851 pada akhir perdagangan hari ini, setelah sempat bergerak di dua zona sepanjang sesi. Tekanan jual kian kuat menjelang penutupan, menjadikan level akhir sebagai posisi terlemah sepanjang perdagangan. Saham perbankan besar seperti BBRI, BBCA, BMRI, dan BBNI tercatat menjadi kontributor utama pelemahan IHSG.

Analis pasar keuangan, Gunawan Benjamin, menilai pelemahan IHSG tidak terlepas dari tekanan eksternal. “Pasar masih menunggu kepastian arah kebijakan The Fed. Sentimen global membuat investor memilih untuk mengurangi eksposur pada aset berisiko menjelang pidato Gubernur The Fed,” ujarnya.

Di kawasan Asia, mayoritas bursa justru ditutup menguat. Optimisme investor meningkat dengan ekspektasi bahwa bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), akan bersikap lebih lunak dan berpotensi memangkas suku bunga acuannya. Tekanan politik disebut menjadi salah satu faktor pendorong, meski The Fed masih menghadapi dilema data inflasi dan tenaga kerja.

Selain IHSG, nilai tukar Rupiah juga ditutup melemah di level Rp16.340 per dolar AS. Rupiah bahkan sempat menyentuh titik terendahnya pada Rp16.355. Penguatan dolar AS tidak hanya terjadi terhadap Rupiah, tetapi juga terhadap sejumlah mata uang Asia Tenggara lainnya seperti Ringgit Malaysia dan Baht Thailand.

“Dolar AS saat ini berada dalam performa terbaiknya karena ditopang kenaikan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun dan penguatan USD Index. Kondisi ini menekan hampir seluruh mata uang di kawasan,” jelas Benjamin.

Sementara itu, harga emas global sedikit terkoreksi ke level 3.330 dolar AS per ons troy, atau sekitar Rp1,76 juta per gram. Pelaku pasar komoditas cenderung mengambil sikap hati-hati menunggu pidato Gubernur The Fed yang dijadwalkan dalam waktu dekat. (ram)