
Fokusmedan.com : Analis Pasar Keuangan, Gunawan Benjamin, menyampaikan bahwa pelaku pasar saat ini menantikan pidato Gubernur Bank Sentral AS yang dinilai akan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga acuan The Fed ke depan. Potensi penahanan suku bunga masih lebih besar dibandingkan peluang pemangkasan.
Pada perdagangan pagi ini, pasar saham Asia bergerak mendatar dengan kecenderungan menguat. Sementara di dalam negeri, pelaku pasar turut mencermati rencana aksi demonstrasi pekan depan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke level 7.910, meski berpotensi mendapat tekanan menjelang akhir pekan seiring memburuknya defisit neraca pembayaran kuartal II.
“IHSG berpeluang menguat jika The Fed mengambil sikap lebih dovish,” ujar Gunawan. Hari ini, pemerintah juga akan merilis data neraca perdagangan dalam jangka waktu lebih panjang, bukan hanya periode kuartal II.
Menjelang rilis data tersebut, Rupiah diperdagangkan melemah ke level Rp16.345 per dolar AS. Tekanan terhadap Rupiah dipicu oleh kenaikan imbal hasil US Treasury 10 tahun yang berada di kisaran 4,32 persen, serta penguatan indeks dolar AS ke level 98,67.
Gunawan memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 7.850–7.930, sementara Rupiah diperdagangkan di kisaran Rp16.300–Rp16.370 per dolar AS.
Di sisi lain, harga emas dunia relatif stabil di level 3.337 dolar AS per troy ons, atau sekitar Rp1,76 juta per gram. (ram)
