Pasar Nantikan Realisasi Kenaikan Tarif AS, Rupiah Ditutup Melemah

Ilustrasi kinerja dolar AS terhadap Rupiah.

Fokusmedan.com : IHSG ditutup menguat 0.29% di level 6.606,178 di tengah aksi jual investor asing senilai Rp1.6 triliun. Selama sesi perdagangan berlangsung, IHSG sendiri sempat menguat tajam hingga ke level 6.682, dan sempat terpuruk hingga ke level 6.587.

IHSG ditutup menguat seiring dengan penguatan mayoritas bursa di Asia pada perdagangan hari ini. Berbeda dengan IHSG, mata uang rupiah ditutup melemah ke level 16.365 per US Dolar pada perdagangan sore ini.

“Rupiah gagal menguat di tengah sentimen buruk yang tengah menekan kinerja US Dolar. Pelemahan Rupiah juga sempat menyeret kinerja IHSG di zona merah,” ujar Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin, Rabu (26/2/2025).

Berulang kali IHSG ditransaksikan di zona merah namun berhasil berbalik ke zona hijau di menit terkahir perdagangan. Saat ini fokus pelaku pasar tertuju pada rilis data pertumbuhan ekonomi AS di akhir pekan.

Proyeksinya pertumbuhan ekonomi AS akan alami perlambatan yang cukup serius. Selain itu, keboijakan kenaikan tarif AS yang akan mulai berlaku pada Kanada dan Meksiko. Sejauh ini juga turut menjadi katalis negatif bagi pasar keuangan di tanah air.

Sebelumnya Presiden Trump menunda kenaikan tarif untuk dua negara mitra dagangnya selama satu bulan. Dan sejauh ini belum ada kabar terbaru apakah kebijakan tersebut akan ditunda kembali atau tidak. Dan jika penundaan tidak lagi dilakukan, maka kebijakan kenaikan tarif tersebut akan membuat pasar keuangan global dan tanah air kembali alami tekanan.

Kenaikan tarif adalah sentimen pasar yang dikhawatirkan selama sepekan terakhir. Dan sentimen tersebut bisa saja mendorong terjadinya pelemahan serius pada pasar keuangan di tanah air.

Sementara itu, harga emas ditransaksikan relatif stabil di level $2.915 per ons troy nya, atau sekitar Rp1.54 juta per gram. (ram)