Tensi Geopolitik di Timur Tengah Memicu Naiknya Harga Minyak Goreng Curah

Ilustrasi minyak goreng curah. Net

Fokusmedan.com : Harga CPO dunia mengalami kenaikan dan ditransaksikan di kisaran 4.650 Ringgit Malaysia per ton. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan harga CPO di akhir September yang berada dikisaran 3.800-an ringgit per tonnya.

Pengamat Ekonomi Sumut Gunawan Benjamin mengatakan, selama Oktober, harga CPO berada dalam tren naik seiring dengan memburuknya kinerja mata uang rupiah dan Ringgit Malaysia terhadap US Dolar.

“Kenaikan harga CPO juga dipicu oleh beberapa hal lainnya seperti kenaikan harga minyak mentah dunia,” ujarnya, Rabu (30/10/2024).

Seiring dengan memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah belakangan ini, lanjutnya, harga minyak mentah dunia sempat meroket hingga dikisaran $77 per barel di bulan ini, dari posisi sebelumnya di akhir September dikisaran $68 per barel.

Namun, lanjutnya, serangan balasan Israel ke Iran belakangan ini justru tidak memberikan dampak serius terhadap kenaikan harga minyak mentah dunia. Sayang, menguatnya US Dolar terhadap mata uang di Asia membuat harga CPO melanjutkan tren kenaikan. Dan memberikan dampak pada kenaikan harga minyak goreng curah.

Jika merunut kepada PIHPS, rata rata harga minyak goreng curah secara nasional saat ini ditransaksikan Rp18.100 per Kg. Naik dari posisi sepekan lalu yang ditransaksikan di harga Rp. 17.650 per Kg nya. Kenaikan harga CPO ini tentunya akan menjadi kabar baik bagi petani sawit maupun industri pengolahan di tanah air. Namun memberikan dampak negatif bagi konsumen.

“Untuk itu saya sarankan masyarakat bisa membeli minyakita dimana harganya masih diatur dengan HET (harga eceran tertinggi). Sementara untuk harga minyak goreng curah kedepan masih akan dinamis mengikuti dinamika harga CPO dunia. Saat ini harga Migor curah memang lebih mahal dari minyakita. Namun bukan jaminan akan selamanya harga yang terbentuk sama seperti saat ini,” pungkasnya. (ram)