
Fokusmedan.com : Jerit tangis menyambut kedatangan jenazah korban penembakan almarhum Feri Saut Simajuntak (30) di rumah duka Jalan Krakatau Alumunium I Gg Asbes Kecamatan Medan Deli, Jumat (26/2/2021) pagi sekitar pukul 10.40 WIB.
Jenazah korban dibawa langsung dari Jakarta via jalur udara menuju Bandara Kualanamu, Deliserdang, Jumat pagi. Selanjutnya, jenazah dibawa ke rumah duka dengan menggunakan ambulans dari Rumah Sakit Bhayangkara Brimob Polda Sumut.
“Tuhan Yesus, kenapa kayak gini lah kehidupan kami, Feri, kenapa harus kayak gini,” tangis pedih salah seorang wanita yang merupakan keluarga korban.
“Tapi kami sadar tuhan ini rencanamu, tuhan, Selamat jalan Feri, adik kami yang tercinta, semoga tenang disisi Tuhan,” sambungnya.
Sementara, ayah korban Mula Simanjuntak kepada wartawan di rumah duka menjelaskan kejadian ini sangat membuat keluarga terpukul.
“Ya gimana ya aku aja ngomong nya udah sesak ini, (almarhum) adalah salah satu tulang punggung kamilah pokoknya,” ujarnya.
Mula mengatakan kabar duka ini diterimanya, Kamis (25/2/2021) kemarin, melalui personel kepolisian yang datang ke rumahnya.
Sang ayah menjelaskan, Feri yang merupakan anak keempat dari lima bersaudara ini merupakan sosok pekerja keras.
Dia merantau dari Medan ke luar kota, hingga akhirnya bekerja di Cengkareng, Jakarta Barat.
“Dua tahun dia kayak gelandangan-lah di Jakarta itu, dan akhirnya dapat kerja di Cengkareng,” ungkap Mula.
Ia mengatakan komunikasi terakhir dengan sang anak berlangsung pada awal tahun baru 2021 silam.
“Tahun baru itu dia pulang diancam sama kakaknya, bapak udah sakit-sakit pulang lah kau. Dia datang ke Medan ziarah ke kuburan mamak dan abangnya,” tandas Mula.
Pantauan wartawan, ratusan orang dari keluarga korban, dan tetangga sekitar ramai melayat di rumah duka.
Secara bergantian, pihak keluarga menghaturkan ucapan duka dihadapan jenazah korban.
Puluhan papan bunga dari jajaran Mabes Polri, Polda Sumut juga membanjiri di sekitar rumah almarhum Feri Saut Simanjuntak. Personel dari Polda Metro Jaya juga hadir mengucapkan belasungkawa.
(Rio)
