
Fokusmedan.com : Ghana menjadi negara pertama yang menerima vaksin virus corona melalui inisiatif program PBB berbagi vaksin, Covax.
Melansir BBC pada Kamis (25/2/2021), pengiriman 600.000 dosis vaksin AstraZeneca tiba di Accra pada Kamis (25/2/20221) dan penerima pertama dari vaksin Covid-19 di Ghana ini adalah para pekerja kesehatan.
Skema Covax bertujuan untuk mengurangi kesenjangan antara negara kaya dan miskin yang tidak mampu membeli dosis vaksin virus corona.
Program ini berencana untuk mengirimkan 2 juta vaksin virus corona secara global pada akhir tahun ini.
Ghana yang memiliki populasi 30 juta, dipilih sebagai penerima pertama vaksin gratis setelah menjanjikan distribusi cepat dan memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh Covax.
Pengiriman dosis vaksin virus corona lebih lanjut, aliansi Covax memperkirakan ditujukan ke negara tetangga Ghana, Pantai Gading pada akhir pekan ini.
Vaksinasi diperkirakan akan dimulai di Ghana pada pekan depan, yang ditujukan kepada para pekerja kesehatan, masyarakat yang berusia di atas 60 tahun, masyarakat dengan kondisi kesehatan rentan, dan pejabat senior, akan diprioritaskan.
Vaksin Covid-19 yang dikirim ke Accra oleh diproduksi oleh Serum Institute of India dan dikembangkan oleh AstraZeneca dan Oxford University.
Vaksin tersebut telah disetujui oleh Badan Kesehatan Dunia ( WHO) dan peluncurannya di Ghana bukan bagian dari uji coba. Dosis yang dikirimkan ke negara-negara berpenghasilan reendah seperti Ghana adalah pendanaan oleh sumbangan.
Selain pengadaan dan pengiriman vaksin Covid-19, mitra Covax juga mendukung otoritas lokal di berbagai bidang, seperti melatih orang untuk mengelola suntikan dan membantu menyediakan sistem penyimpanan dan pengiriman rantai dingin yang memadai.
Banyak negara di dunia maju, yang memulai memvaksinasi warga masyarakatnya sendiri beberapa bulan lalu, yang kemudian menghadapi kritik, karena membeli atau memesan lebih banyak vaksin Covid-19 dari pada yang mereka butuhkan.
Namun, banyak dari negara-negara itu memesan dosis dengan perusahaan farmasi, yang kemudian diteliti apakah vaksin Covid-19 yang dikembangkan akan efektif.(ng)
