
Fokusmedan.com : Peningkatan kadar kolesterol, khususnya low density lipoprotein (LDL) atau kolesterol “jahat”, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Selain pengobatan medis, sejumlah suplemen makanan dinilai dapat membantu menurunkan kadar LDL dalam darah sekaligus mendukung kesehatan jantung secara menyeluruh.
Mengutip laporan Hindustan Times di laman Antara, dokter Kunal Sood menyebut beberapa jenis suplemen yang terbukti membantu menurunkan kolesterol “jahat”, meningkatkan metabolisme lemak, serta mengurangi risiko kardiovaskular.
Salah satunya adalah asam lemak omega-3, terutama eicosapentaenoic acid (EPA) dan docosahexaenoic acid (DHA). Kandungan ini diketahui mampu menurunkan kadar trigliserida dengan mengurangi produksi Very Low Density Lipoprotein (VLDL) di hati serta meningkatkan pembuangan lemak dari darah.
“Sejumlah studi menunjukkan penurunan sekitar 20 hingga 30 persen trigliserida, yang berkontribusi pada perbaikan metabolisme lipid dan penurunan risiko kardiovaskular,” ujar Sood.
Selain itu, ekstrak bawang putih juga dinilai efektif karena mengandung allicin, senyawa aktif yang dapat membantu menghambat produksi kolesterol di hati. Konsumsi ekstrak bawang putih disebut mampu menurunkan kadar kolesterol total maupun LDL, terutama pada individu dengan kadar kolesterol tinggi.
Suplemen lain yang disarankan adalah teh hijau. Kandungan katekin, khususnya epigallocatechin gallate (EGCG), berperan sebagai antioksidan kuat yang dapat mengurangi penyerapan kolesterol di usus serta menghambat pembentukannya di hati.
Tak kalah penting, sterol tumbuhan juga memiliki manfaat dalam menurunkan kolesterol. Zat ini memiliki struktur mirip kolesterol sehingga dapat bersaing dalam proses penyerapan di usus.
Dengan mekanisme tersebut, sterol tumbuhan membantu mengurangi jumlah kolesterol yang masuk ke aliran darah dan meningkatkan pembuangannya dari tubuh.
“Meta-analisis menunjukkan konsumsi sekitar 0,6 hingga 3,3 gram per hari dapat menurunkan kadar LDL sekitar enam hingga dua belas persen,” kata Sood.
Meski demikian, penggunaan suplemen tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing dan sebaiknya dikonsultasikan dengan tenaga medis. (ram)
