Ekspor Karet Sumut Januari 2026 Turun 3,8 Persen, Harga Global Justru Menguat

Ilustrasi petani sedang menderes karet. Net

Fokusmedan.com : Volume ekspor karet alam asal Sumatera Utara pada Januari 2026 tercatat sebesar 18.467 ton, turun 737 ton atau sekitar 3,8 persen dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 19.204 ton. Penurunan ini dipengaruhi melemahnya permintaan dari sejumlah negara tujuan utama serta faktor musiman yang memengaruhi produksi dan perdagangan karet global.

Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumatera Utara, Edy Irwansyah, mengatakan penurunan ekspor terjadi seiring perlambatan aktivitas industri hilir di beberapa negara konsumen utama, terutama selama periode libur Tahun Baru Imlek.

“Sejumlah industri di kawasan Asia melakukan penyesuaian produksi dan menunda pembelian, sehingga berdampak pada realisasi ekspor Januari,” ujarnya, Minggu (1/3/2026)

Pada Januari 2026, ekspor karet alam Sumut dikirim ke 24 negara tujuan. Lima besar negara tujuan masih didominasi Jepang sebesar 37,35 persen, diikuti Amerika Serikat 15,07 persen, Brasil 9,93 persen, China 6,77 persen, dan Uni Emirat Arab 3,82 persen.

Sementara itu, total ekspor ke sembilan negara kawasan Eropa mencapai sekitar 9,5 persen. Tujuan terbesar di Eropa adalah Jerman sebesar 2,73 persen, disusul Polandia 1,53 persen, Spanyol 1,42 persen, Luxembourg 1,09 persen, dan Romania 0,87 persen. Slovenia berkontribusi 0,55 persen, sedangkan Perancis, Italia, dan Bulgaria masing-masing sekitar 0,44 persen.

Selain faktor permintaan, Edy menjelaskan penurunan volume juga dipengaruhi periode gugur daun (wintering) di negara-negara produsen utama Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Pada periode ini, produktivitas tanaman karet menurun secara alami dan kegiatan penyadapan tidak berlangsung optimal.

“Periode wintering memang selalu berdampak pada penurunan produksi. Ditambah curah hujan di sejumlah wilayah produksi, aktivitas penyadapan menjadi kurang maksimal,” katanya.

Di sisi lain, harga karet alam global justru menunjukkan tren peningkatan sejak awal tahun. Rata-rata harga kontrak acuan SICOM TSR20 pada Januari 2026 tercatat sebesar 184,27 sen AS per kilogram, naik menjadi 193,76 sen AS per kilogram pada Februari 2026. Bahkan, harga settlement pada 27 Februari 2026 mencapai 204,8 sen AS per kilogram.

Kenaikan harga tersebut didorong oleh terbatasnya pasokan global selama periode wintering serta ekspektasi permintaan yang tetap stabil dari sektor industri ban dunia. Penyesuaian persediaan oleh industri ban global dan sikap hati-hati pelaku industri terhadap perkembangan ekonomi global juga memengaruhi dinamika perdagangan.

Memasuki Maret 2026, produksi karet alam diperkirakan masih relatif terbatas karena periode wintering belum sepenuhnya berakhir. Kondisi ini berpotensi menjaga keseimbangan pasar dan menopang harga pada level yang relatif baik.

Dari sisi eksternal, perkembangan kebijakan perdagangan internasional turut memberikan sentimen positif. Putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan sebagian kebijakan perdagangan era Presiden Donald Trump dinilai dapat mendorong perdagangan global yang lebih terbuka dan mendukung permintaan bahan baku industri, termasuk karet alam.

Secara keseluruhan, meski volume ekspor karet alam Sumatera Utara pada Januari 2026 mengalami penurunan, tren kenaikan harga global serta prospek permintaan yang tetap stabil diharapkan dapat menopang kinerja ekspor pada bulan-bulan mendatang, khususnya setelah periode wintering berakhir. (ng)