
Fokusmedan.com : Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali mengungkapkan adanya pembatalan kunjungan ribuan wisatawan mancanegara (wisman) asal Australia. Pembatalan ini terjadi sebagai dampak langsung dari banjir yang melanda sejumlah wilayah di Bali baru-baru ini. Situasi ini menimbulkan kerugian ekonomi yang tidak sedikit bagi sektor pariwisata pulau dewata.
Wakil Ketua PHRI Bali, I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya, menyatakan bahwa meskipun kerugian pasti belum terhitung, dampaknya sangat terasa. Ia menyebutkan bahwa lebih dari seribu wisman Australia memutuskan untuk tidak jadi datang. Laporan pembatalan ini banyak diterima dari anggota PHRI, khususnya yang beroperasi di Kabupaten Badung.
Pembatalan ini menjadi perhatian serius bagi pelaku industri pariwisata. Mereka khawatir isu banjir dapat memicu peringatan perjalanan (travel warning) dari negara asal wisman, yang tentu akan memperburuk kondisi pariwisata Bali yang sedang berupaya pulih dan berkembang.
Dampak Banjir Terhadap Sektor Pariwisata Bali
Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang telah melanda Bali selama hampir sepekan terakhir. Kondisi ini menyebabkan banjir di berbagai ruas jalan, terutama di Denpasar dan Badung. Kedua wilayah tersebut merupakan pusat akomodasi dan aktivitas utama bagi wisatawan mancanegara.
Laporan dari anggota PHRI Bali menunjukkan bahwa di Badung Selatan saja, terdapat lima titik banjir parah. Titik-titik tersebut berada di kawasan Legian hingga Kuta, area yang sangat populer di kalangan wisman. Banjir ini menimbulkan banyak pertanyaan dari calon wisatawan luar negeri.
I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya menyoroti bahwa insiden evakuasi wisatawan akibat banjir menjadi perhatian serius. Isu mengenai banjir ini dengan cepat menyebar ke negara-negara asal calon wisman, sehingga banyak dari mereka memutuskan untuk membatalkan rencana kunjungan ke Bali.
Pembatalan ini berdampak pada hilangnya potensi pendapatan bagi pengusaha dan hotel. Selain itu, pemasukan pemerintah dari sektor pajak juga ikut berkurang. Kondisi ini sangat merugikan perekonomian Bali yang sangat bergantung pada pariwisata.
Mencari Solusi Konkret untuk Problematika Banjir
PHRI Bali menekankan pentingnya solusi konkret untuk mengatasi persoalan banjir yang terus berulang. Terlebih lagi, Bali baru saja dinobatkan sebagai World’s Best Destination 2026. Situasi banjir yang parah saat musim hujan tidak seharusnya terjadi di destinasi kelas dunia.
Asosiasi pelaku usaha pariwisata ini menyadari bahwa pembangunan fasilitas pariwisata yang masif turut berkontribusi pada masalah banjir. Pembangunan tersebut seringkali mengorbankan ruang hijau yang berfungsi sebagai daerah resapan air. Akibatnya, air mudah meluap ketika intensitas hujan tinggi.
Rai, yang juga menjabat Ketua PHRI Badung, mengusulkan normalisasi sungai sebagai salah satu opsi pencegahan banjir. Normalisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas sungai dalam menampung air hujan. Langkah ini dianggap krusial untuk mitigasi bencana banjir di masa mendatang.
PHRI Bali juga menyatakan bahwa mengarahkan wisman ke wilayah lain seperti Bali Utara, Timur, atau Barat tidaklah mudah. Kekhawatiran utama adalah wisatawan justru akan beralih ke destinasi lain di luar Bali. Hal ini akan memperparah dampak negatif terhadap industri pariwisata secara keseluruhan.
Tantangan dan Prospek Okupansi Hotel di Bali
Saat ini, tingkat okupansi hotel di Bali masih tergolong rendah, yakni sekitar 60 persen. Angka ini menunjukkan bahwa belum semua kamar terisi penuh. Faktor banjir menjadi salah satu penyebab utama rendahnya tingkat keterisian tersebut.
Selain faktor cuaca ekstrem, Rai juga menyebutkan bahwa bulan ini belum memasuki musim kunjungan puncak. Hal ini berkontribusi pada jumlah wisatawan yang belum optimal. Kombinasi dari berbagai faktor ini menciptakan tantangan bagi industri perhotelan di Bali.
PHRI Bali berharap agar pemerintah dan seluruh pihak terkait dapat segera menemukan solusi jangka panjang. Penanganan banjir yang efektif akan mengembalikan kepercayaan wisatawan. Dengan demikian, Bali dapat mempertahankan reputasinya sebagai destinasi wisata unggulan dunia.(yaya)
