Cakupan Immunisasi Sumut Turun

Fokusmedan.com : Masa pandemi Covid-19, cakupan imunisasi di Indonesia termasuk Sukut mengalami penurunan signifikan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) drg Ismail Lubis menyebutkan, turunnya cakupan imunisasi ini tentu akan meningkatkan risiko terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) atau wabah penyakit yang seharusnya dapat dicegah dengan imunisasi.

“Dan sudah terjadi di beberapa Kabupaten/Kota di Indonesia, termasuk Sumatera Utara. Di mana terjadi KLB campak di Sibolga dan Tapteng serta difteri di Langkat selama Tahun 2022,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, imunisasi merupakan salah satu upaya yang aman dan efektif untuk melindungi anak-anak kita secara aktif terhadap penyakit-penyakit berbahaya seperti campak, rubella, polio, difteri, pertusis, tetanus atau penyakit lainnya.

“Vaksin telah menyelamatkan nyawa tanpa pandang bulu sejak 1798. Imunisasi cacar adalah yang pertama perlawanan terhadap penyakit. Untuk pertama kalinya, vaksin memberi semua orang kesempatan,” jelasnya.

Dia menyebutkan, namun imunisasi yang selama ini diberikan hanya kepada bayi (0-11bulan) ternyata tidak cukup untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, sehingga harus diberikan booster atau imunisasi lanjutan pada bayi 18-24 bulan dan anak sekolah, sehingga pemberian imunisasi tidak berhenti hanya sampai usia sembilan bulan.

“Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai eliminasi campak dan rubella pada tahun 2023, mempertahankan status Indonesia bebas polio dan mewujudkan dunia bebas polio tahun 2026,” terangnya.

Oleh karena itu, untuk menutup gap anak-anak yang belum mendapat imunisasi lengkap dan memutus mata rantai transmisi campak-rubela secara cepat, perlu dilakukan upaya penguatan imunisasi rutin dan juga pemberian imunisasi tambahan melalui kegiatan Bulan Imunisasi Anak Nasional pada Mei-Juni 2022 dengan target cakupan 95% di semua tingkat administratif atau wilayah.

Untuk itu, melalui momen pekan imunisasi dunia ini, dia mengajak seluruh elemen masyarakat berkontribusi mempertahankan cakupan imunisasi tinggi dan merata di semua tingkat administratif. “Dengan target 95% untuk setiap jenis antigen imunisasi, sehingga KLB penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi tidak terjadi lagi,” imbuhnya.

Sementara itu,meluruskan informasi yang tidak benar tentang imunisasi, Ismail memohon dukungan lintas sektor, lintas program, serta tokoh agama dan masyarakat ikut mensukseskan Bulan Imunisasi Anak Nasional Mei-Juni 2022 di Sumut.(riz)