6.266 Warga Ukraina Berhasil Dievakuasi

Ilustrasi pengungsi Ukraina. AP

Fokusmedan.com : Menteri Reintegrasi Wilayah Penduduk Ukraina Iryna Vereshchuk mengungkapkan sebanyak 6.266 orang berhasil dievakuasi dari beberapa kota di Ukraina, Jumat (1/4).

Secara rinci, Vereshchuk mencatat angka tersebut termasuk 1.431 orang yang pindah dari kota Berdiansk dan Melitopol ke kota Zaporizhzhia. Angka itu juga termasuk 771 orang dari kota Mariupol yang terkepung.

Mereka diketahui menggunakan kendaraan pribadi menuju kota yang dikuasai pemerintah Ukraina itu dengan memanfaatkan jalur evakuasi.

 

Seperti dilansir dari CNN, Vereshchuk menyebutkan konvoi 42 bus yang berasal dari kota Berdiansk membawa penduduk Mariupol berhasil melewati pemeriksaan penting Rusia dalam perjalanan menuju Zaporizhzhia.

Jumlah itu ditambah dengan konvoi bus tambahan dari Melitopol yang membawa lebih dari 2.500 orang.

Selain itu, Vereshchuk memaparkan bahwa sepuluh bus telah tiba dari Zaporizhzhia ke Berdiansk dengan membawa 80 ton bantuan kemanusiaan.

“Besok pagi mereka akan melanjutkan evakuasi warga Mariupol,” ujar Vereshchuk.

Sedangkan secara terpisah, gambar satelit menunjukkan pasukan Rusia yang berada di Bandara Antonov, Hostomel, telah menghilang. Perlu diketahui, jarak bandara Antonov dengan Ibu Kota Ukraina hanya 28 kilometer.

Tak hanya itu, Ukraina melaporkan bahwa Rusia mulai menarik pasukannya dari ibu kota negara tersebut, Kyiv, ke Belarus pada hari ini, Jumat (1/4).

“Kami memantau pergerakan sejumlah besar kendaraan [Rusia],” ujar Gubernur Kyiv Oblast, Oleksandr Pavyluk, melalui Telegram, seperti dilansir Reuters.

Namun, Reuters tak dapat memverifikasi kabar ini secara independen.

Jika benar, pengurangan pasukan ini sesuai dengan janji Rusia untuk mengurangi serangan di Kyiv dan Chernihiv. Janji itu kala Rusia dan Ukraina menggelar serangkaian dialog damai di Turki pada pekan ini.

Rusia menyatakan, mereka bakal mengurangi serangan demi memuluskan jalan diplomasi untuk mencapai perdamaian.

Beberapa pihak di Ukraina lantas menegaskan, pengurangan pasukan di Kyiv bukan berarti Rusia menghentikan serangan.

Secara keseluruhan, pergerakan pasukan Rusia di kawasan tengah Ukraina memang dilaporkan mulai kendur akibat kekurangan logistik.(ng)