BI Sumut Target 1,34 Juta Pengguna QRIS di 2022

Ilustrasi pengguna QRIS. Netty

Fokusmedan.com : Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (KPw BI Sumut) berkomitmen untuk mendorong jumlah pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (ORIS) melalui Program 15 juta pengguna baru di tahun 2022. Di Sumatera Utara ditargetkan 1,34 juta pengguna ORIS hingga akhir tahun 2022.

Kepala KPw BI Sumut, Doddy Zulverdi mengatakan, untuk mendukung capaian ini, Sumatera Utara ditargetkan penambahan 980 ribu pengguna baru QRIS. Atau secara akumulatif menjadi 1,34 juta pengguna ORIS di akhir tahun 2022.

Untuk itu, lanjut Doddy, Bank Indonesia bersama dengan penyelenggara jasa pembayaran akan terus berupaya memberikan kemudahan dalam pemanfaatan transaksi non tunai di berbagai lapisan masyarakat.
“Sebagai otoritas moneter dan sistem pembayaran di Indonesia, Bank Indonesia terus mendorong akselerasi digitalisasi dan memperkuat sistem pembayaran yang CEMUMUAH atau cepat, mudah, murah, aman, handal. Ini sejalan dengan upaya peningkatan konsumsi masyarakat guna mendukung pemulihan ekonomi,” ujarnya pada acara Pre-Event (Road To) FEKDI KPwBI Provinsi Sumatera Utara 2022: Semarak Digital Sumut, Kamis (24/03/2022).

Menurutnya, peningkatan akseptansi dan preferensi masyarakat dalam berbelanja secara daring perlu diperkuat dengan dukungan kebijakan Bank Indonesia. Karenanya inovasi sistem pembayaran terus didorong, termasuk pengembangan infrastruktur BI-FAST dan akseptasi transaksi QRIS melalui perluasan layanan, pendampingan kepada peserta, dan edukasi kepada masyarakat.

Berdasarkan ketentuan dari Bank Indonesia, biaya per biaya pertransaksi dari Penyedia Jasa Pembayaran ke Nasabah ditetapkan maksimal Rp2.500. BI-FAST diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam bertransaksi bagi masyarakat umum dan pelaku usaha. BI terus mendorong terwujudnya SP digital melalui fast payment sebagai game changer dalam mendukung pengembangan keuangan digital dan pemulihan ekonomi.

“Digitalisasi telah melahirkan berbagai peluang baru yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan inklusi keuangan bagi UMKM. Tersedianya akses dan layanan keuangan yang mudah dijangkau oleh UMKM menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas dan ketahanan UMKM terhadap guncangan ekonomi,” ungkap Doddy.

Doddy juga memaparkan, pada Februari 2022, nilai transaksi uang elektronik (UE) tumbuh 41,35% (yoy) mencapai Rp27,1 triliun dan nilai transaksi digital banking meningkat 46,53% (yoy) menjadi Rp3.732,8 triliun. Bank Indonesia pada tahun 2022 memproyeksi transaksi e-commerce naik menjadi Rp526 trillun atau sebesar 31,2% dari capaian tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp401 triliun.

“Hal tersebut menunjukkan bahwa Indonesia adalah salah satu pasar besar dan potensial untuk menyerap arus digitalisasi,” pungkasnya.(ng)