Gegara Perang Rusia-Ukraina, Harga Tepung Hingga Mie Instan Naik

Ilustrasi harga tepung. Ist

Fokusmedan.com : Ada yang begitu mengkhawatirkan saat terjadinya perang antar Rusia-Ukraina. Negara tersebut menjadi salah satu negara penghasil gandum, yang akibat perang harga gandum mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Data menunjukan setelah 24 Februari 2022, harga gandum sempat meroket hingga 50% selama perang berlangsung.

Pada tanggal 24 Februari, harga gandum masih dikisaran $8.88 per bushel dan sempat naik hingga menyentuh $12.78 per bushel pada tanggal 7 maret. Dan saat ini berada dikisaran $11.00 per bushelnya.

“Gandum ini sebagai bahan baku pembuat biskuit, mie instan, roti, hingga kue. Dan umumnya gandum ini didatangkan dengan cara diimpor,” kata Pengamat Ekonomi Sumut Gunawan Benjamin, Kamis (24/3/2022).

Menurut Gunawan, Indonesia sangat bergantung pada gandum dengan harga yang terbentuk di pasar internasional. Di mana perang Rusia-Ukraina menjadi salah satu pemicunya. Produk turunan dari gandum seperti mie instan, roti, kue, biskuit harganya masih terpantau stabil dan belum mengalami kenaikan khususnya selama tahun 2022 ini.

Dari hasil pantauan, harga tepung masih berada dikisaran Rp9.000 per Kg untuk tepung terigu, tepung beras sekitar Rp7.000 per Kg, tepung jagung dikisaran Rp9.000 per Kg. Untuk tepung terigu dengan beberapa merek ternama harganya berada dikisaran Rp10 ribu hingga Rp12 ribu per kg.

“Sejauh ini, produk turunan dari gandum harganya masih bertahan. Belum mengalami perubahan. Saya menilai harga yang belum berubah tersebut lebih diakrenakan oleh elastisitas produk turunan gandum itu sendiri. Dimana sebagian besar produk turunan gandum itu sangat elastis terhadap perubahan harga dan permintaan,” ujarnya.

Dari hasil penelurusan, kata dia, gandum yang dibeli melalui transaksi komoditas berjangka yang artinya pengusaha sudah membeli di harga sebelum terjadinya perang. Sehingga harga produk turunan gandum masih mampu stabil.

“Namun menurut hemat saya kita jangan terlena. Karena saya yakin tidak semua pengusaha itu melakukan transaksi berjangka dalam menjaga stok untuk waktu yang lama,” pungkasnya.

Sehingga, tambahnya, stok bisa saja berkurang atau habis, dan mereka membeli gandum dengan harga yang baru. Ia mewanti-wanti justru nanti kenaikan harga produk turunan dari gandum terjadi paling dekat di bulan ramadhan yang jatuh pada April mendatang.

“Namun kabar terkait adanya gangguang pasokan pada mie instan ini tentunya menjadi perhatian serius ke depan. Gangguan pasokan itu nantinya bisa memicu kenaikan harga. Ramadhan tahun ini akan menjadi “bencana” inflasi bagi Sumut,” tandasnya.(ng)