Lapor ke Polda Sumut, Korban Binomo Terus Bertambah

Fokusmedan.com : Korban Binary Optiom (Binomo) yang melapor ke Polda Sumut terus bertambah. Setelah sebelumnya Z dan J alias NW dilaporkan terkait dugaan penipuan modus Binomo, kali ini giliran SFP bersama tiga orang lainnya dilaporkan oleh dua orang korbannya.

Kedua korban berinisial SA dan JLT melalui kuasa hukumnya Dongan Nauli Siagian melaporkan empat orang yang terkait dengan Binomo.

Hal itu tertuang dalam laporan kedua korban bernomorĀ LP/B/531/III/2022/SPKT/POLDA SUMATERA UTARA dan LP/B/532/III/2022/SPKT/POLDA SUMATERA UTARA, yakni FSP, BS, RP, dan El.

“Keterlibatan IK dengan FSP itu adalah gurunya IK,” sebut Dongan, Rabu (23/3/2022).

Ia menbeberkan, modus yang dilakukan keempat terlapor tersebut melaluiĀ konten di YouTube dan Instagram selanjutnha masuk ke link karena diiming-imingi laba besar.

“Kerugian hampir setengah miliar. Korban SA sekitar Rp300 juta dan JL Rp80 juta,” jelasnya.

Sebelumnya para korban dan terlapor, lanjutnya, memiliki group sama berisi 400 orang dan 40 di antaranya sudah melapor ke posko pengaduan korban Binomo di samping Mapolsek Medan Sunggal dab saat ini sedang mengumpulkan bukti-bukti. Keempat terlapor dilaporkan dengan Pasal 28 jo 372 dan 378 UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik.

Salah satu korban SA yang mengaku ikut Binomo sejak tahun 2020 lalu kemudian berhenti pada Februari 2022.

“Mereka bilang, untuk dapatkan cuan (untung) Rp300-Rp500 ribu gampang banget,” katanya.

Korban pun akhirnya menemukan link Fakar Trading, di mana ada pilihan Binomo dan satu aplikasi lainnya. Adapun total kerugian yang dialaminya mencapai hingga Rp300 juta.

“Untuk belajar khusus tidak. Tapi saya ikut untuk trading bareng dengan afiliatior tersebut,” katanya.

SA lalu menunjukkan buku berukuran besar bertuliskan akademi trading dengan gambar seorang pria berkacamata dengan jas berwarna merah maroon.

“Yang ada di sini dan yang kita lakukan, itu sama sekali tidak (sama). Karena begitu mau live trading bareng, dia konfirmasi dengan orang Binomo. Makanya selama sama mereka kami tak pernah loss dengan posisi live bareng. Tapi setelah tidak live bareng, kami loss,” ungkapnya.

SA mengaku memang pernah menang Rp100 juta. Tapi jemenangan itu menurutnya sebagai penarik saja, karena jika diakumulasikan, kekalahannya jauh lebih banyak.

Dia mencontohkan, pada hari ini profit Rp15 juta, namun besoknya kalah Rp30 juta lalu kekalahan itu membuat penasaran. SA mengaku pertama kali top up untuk deposit sebesar Rp500 ribu hingga Rp1 juta.

“(Jadi) kalau mau menang ya jadi afiliator atau mentor. Selain mentor dan afiliator, pasti akan habis terkuras,” pungkasnya.(riz)