Nekat Merampok, Residivis Narkoba Lumpuh Ditembak Satgas Presisi Polrestabes Medan

Tersangka Fadil diamankan di Polrestabes Medan. (Ist)

Fokusmedan.com : Residivis kasus narkotika M Fadil (24) warga Jalan Setia Luhur, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Helvetia dilumpuhkan Tim Satgas Presisi Polrestabes Medan.

Kali ini Fadil terlibat kasus perampokan ponsel di depan Asrama Kodam Jalan Sunggal pada Rabu (9/3/2022) sore. Akibat kejadian itu orangtua korban Juspendeli Girsang (41) membuat laporan ke Polrestabes Medan.

Dari laporan orangtua korban Tim Satgas Presisi Polrestabes Medan pun turun tangan melakukan penyelidikan. Pelaku pun berhasil diidentifikasi. Tak berlangsung lama polisi langsung bergerak ke SPBU Jalan Rajawali.

Fadil pun diringkus. Kepada polisi Fadil mengaku beraksi tak sendiri. Ia bersama rekannya Hidayat Siregar yang kini masih DPO. Fadil juga mengaku bahwa ia yang telah merampok ponsel milik korban dengan menggunakan sepeda motor.

Penyelidikan belum sampai disitu saja. Polisi menginterogasi Fadil kepada siapa ponsel hasil kejahatan itu dijual. Fadil menyebutkan ponsel dijual pada Elviani (40) pemilik toko ponsel di Jalan Setia Luhur, Kecamatan Helvetia. Singkatnya, Elviani pun ikut diangkut ke Polrestabes Medan karena telah menadah barang hasil kejahatan.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Dr M Firdaus, Senin (21/3/2022) mengatakan tersangka merupakan residivis kasus narkotika di Polsek Helvetia pada 2019 lalu.

“Untuk rekan tersangka yakni inisial MHS masih dalam pengejaran kita. Tersangka menjual ponsel korban pada penadah seharga Rp1.200.000. Penadah juga sudah kita amankan,” ungkap Firdaus.

Kata dia lagi, barang bukti yang diamankan yakni ponsel milik korban, sepeda motor yang digunakan tersangka dan uang Rp10 ribu. Soal motif, Firdaus mengatakan digunakan tersangka untuk bermain judi dan narkotika.

Firdaus menambahkan sebelum dirampok, korban sedang joging tak jauh dari rumahnya. Lalu pelaku datang dari belakang langsung merampas ponsel korban.

“Ponsel korban dirampas dari belakang oleh pelaku yang mengendarai sepeda motor,” tuturnya.

Untuk tersangka sendiri, Firdaus menegaskan terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur karena melawan saat melakukan pengembangan.

“Kaki kanan tersangka terpaksa kita lumpuhkan karena berusaha melawan dan kabur saat pengembangan. Tersangka dijerat Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman diatas 5 tahun penjara,” tuturnya. (Rio)