Polisi Tangkap Pelaku Pembakaran Kakek Hidup-hidup di Sibolga

Satreskim Polres Sibolga tangkap pelaku pembakaran kakek di Sibolga. Ist

Fokusmedan.com : Satuan Reserse Kriminal (Satreskim) Polres Sibolga berhasil mengungkap pelaku kasus pembakaran hidup-hidup dialami M. Yusuf Damanik (65) di depan gudang perabot di Jalan S Parman, Kota Sibolga, Sumatera Utara, Jumat dini hari, 4 Maret 2022, sekitar pukul 04.00 WIB.

Pelaku diamankan petugas kepolisian bernama HS alias T (47) warga Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Sibolga. Pelaku bekerja sehari-hari sebagai nelayan itu, diringkus saat berada di Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Sabtu pagi, 5 Maret 2022, sekitar pukul 08.00 WIB.

Berdasarkan kronologi kejadian, HS nekat membakar korban secara hidup-hidup saat bertugas menjaga gudang perabotan itu, dipicu karena sakit hati pelaku terhadap Yusuf.

“Perbuatan tersebut, dilakukan tersangka karena merasa sakit hati. Karena korban, pernah mengobati keluarga tersangka. Namun, tidak sembuh. Namun semakin parah sehingga tersangka sakit hati dan dendam pada korban,” sebut Kepala Seksi Humas Polres Sibolga, AKP. R Sormin, Senin (7/3/2022).

Dilatarbelakangi sakit hati dan dendam, membuat HS merencanakan untuk membakar korban dengan cara menyiapkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan korek api atau mancis.

“Rencana tersangka untuk menyiram dan membakar tubuh korban sudah ada 7 kali. Namun, gagal karena tersangka merasa kasihan pada korban dan minyak yang disiramkan tersangka pada korban diambil dari betor (becak motor) ditampung menggunakan gelas bekas air mineral dan korek api diperoleh dengan cara membeli di warung,” kata Sormin.

Saat korban tertidur di Pos penjagaan gudang perabotan itu. Pelaku masuk dan langsung menyiram BBM serta menghidupkan korek api. Akibatnya, Yusuf mengalami luka bakar di sekujur tubuh. Korban pun, ditolong warga dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Akibat dari Insiden tersebut korban M.Yusuf Damanik mengalami luka bakar di sekujur tubuh berkisar 79 persen dan selanjutnya menurut keterangan pihak Rumah Sakit, korban harus dilakukan penanganan khusus dan harus dirujuk ke Rumah Sakit Khusus yg dapat menangani bedah plastik,” ucap Sormin.

Atas perbuatannya, pelaku HS dijerat dengan pasal 355 ayat (1) Subs pasal 354 ayat (1) lebih Subs 351 ayat (2) tentang melakukan tindak pidana penganiayaan berat.

“Dengan ancaman hukuman penjara maksimal selama 12 tahun,” kata Sormin.(Rio)