Donasi Kripto untuk Ukraina Terus Mengalir, Tembus Rp719,5 Miliar

Donasi kripto untuk Ukraina Terus mengalir. Ist

Fokusmedan.com : Pasar aset kripto terpantau memerah, hal ini berbeda dengan kemarin yang mengalami pergerakan positif. Melansir Coinmarketcap Senin (7/3/2022) pagi ini 9 dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar bergerak di zona merah dalam 24 jam terakhir.

Nilai mata uang kripto paling murung pagi ini, adalah Terra (LUNA) yang ambles 4,7 persen di level 81,81 dollar AS setara dengan Rp 1,17 juta (kurs Rp 14.386 per dollar AS). Dilanjutkan oleh Solana (SOL) yang terjun 4,4 persen menjadi 85,96 dollar AS, dan Cardano (ADA) yang terkoreksi di posisi 0,84 dollar AS atau melemah 2,8 persen.

Aset kripto berlogo anjing, Dogecoin (DOGE) juga melemah 2,4 persen menjadi 0,12 dollar AS, Ethereum (ETH) turun 1,2 persen menjadi 2.633 dollar AS, dan Bitcoin (BTC) terkoreksi 0,8 persen menjadi 39.069 dollar AS. Binance Exchange (BNB) juga turun 0,7 persen di posisi 381,4 dollar AS.

Sementara itu, Polkadot (DOT) menjadi satu-satunya di antara 9 aset kripto dengan kapitalisasi besar yang menguat, yakni naik 0,56 persen di level 17,41 dollar AS.

Pagi ini Tether (USDT) naik 0,001 persen di posisi 1 dollar AS, sementara USD Coin (USDC) turun 0,01 persen di posisi 0,9 dollar AS. Sebagai informasi USDT dan USDC merupakan mata uang kripto golongan stable coin atau jenis mata uang kripto yang dibuat untuk menawarkan harga yang stabil terhadap dollar AS.

Melansir Forbes di laman Kompas.com, lebih dari 600.000 donasi kripto dengan total lebih dari Rp719,5 miliar atau 50 juta dollar AS telah mengalir ke Ukraina hanya dalam waktu seminggu, dengan bitcoin dan eter memimpin karena kemudahan konvertibilitasnya.

Minggu lalu, pemerintah Ukraina berencana membuat mata uang kripto yang sah, dan banyak dari sumbangan tersebut akan digunakan untuk mendanai pasukan militer Ukraina. Bahkan, penggunaan media sosial pemerintah Ukraina, seperti Twitter menyerukan bentuk dukungan untuk negaranya, termasuk dalam hal bisnis yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Ini bukan hanya tentang sumbangan crypto, pemerintah Ukraina secara aktif melibatkan komunitas blockchain, dengan banyak nama besar yang menjanjikan dukungan seperti Pendiri Ethereum Vitalik Buterin, Valery Vavilov Bitfury, dan Gavin Wood dari Polkadot. Menteri Transformasi Digital Ukraina, Mykhailo Fedorov juga telah merekrut hampir 300.000 pasukan IT untuk mendukung Ukraina,” kata Sandra Ro, CEO Dewan Bisnis Blockchain Global (GBBC).

Ketika sanksi global menghantam Rusia pekan lalu, tujuh bank Rusia diblokir dari sistem SWIFT, yang secara efektif memutus bank-bank tersebut dari sistem perbankan global.

Sanksi yang dikenakan kepada Bank Sentral Rusia menurunkan 60 persen atau 388 miliar dollar AS cadangan devisa, dan kehilangan akses ke lebih dari 400 miliar dollar AS perusahaan sekuritas dan broker di bank-bank Eropa.(ng)