Profil GPH Bhre Cakrahutomo, Penerus Takhta Mangkunegaran

Fokusmedan.com : Gusti Pangeran Haryo (GPH) Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo secara resmi ditetapkan sebagai penerus tahta di Pura Mangkunegaran Solo. Penunjukan Bhre dilakukan Gusti Kanjeng Putri (GKP) Mangkunegara IX dan diumumkan di Pendopo Pura Mangkunegaran, Selasa (1/3). Upacara Jumenengan akan dilakukan 12 Maret mendatang.

Jika ditilik dari usianya, Bhre masih sangat muda. Ia juga masih lajang atau belum menikah. Informasi yang dihimpun merdeka.com dari sejumlah sumber, Bhre lahir pada 29 Maret 1997, sehingga usianya masih 24 tahun. Ia merupakan putra KGPAA Mangkunegara IX dari istri kedua atau permaisuri GKP Prisca Marina Yogi Supardi.

Dalam bidang pendidikan, tempat terakhir menimba ilmu Bhre bukanlah perguruan tinggi sembarangan. Ia tercatat sebagai lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Prestasi di tingkat internasional pernah ia peroleh saat bergabung dengan Tim Mooting Vis Fakultas Hukum UI.

Dilansir dari situs puromangkunegaran.com, adik tiri KGPH Paundra Karna itu mendapatkan gelar champion pada sesi final Pre-Moot Willem C. Vis International Commercial Arbitration Moot yang ke-10 di Praha, Republik Ceko, 11 Maret 2018 lalu.

Willem C. Vis International Commercial Arbitration Moot (Vis Moot) adalah pertandingan pengadilan semu yang diadakan oleh Pace Law School, Vis Moot Foundation dan United Nations Commission on International Trade Law. Pre-moot sendiri merupakan ajang pemanasan para peserta untuk memperbaiki argumen dan latihan tanding sebelum terjun ke ajang Vis Moot.

Mulai Dikenal Masyarakat

Dalam beberapa bulan terakhir, sosok Bhre mulai dikenal masyarakat Solo. Terutama saat ayahnya meninggal dunia. Ia dengan sabar menemui para tamu dan pelayat. Ia juga sering bersosialisasi dengan masyarakat Solo, khususnya kalangan muda.

Melalui event-event yang digelar pemerintah kota maupun kalangan swasta. Kegiatan tersebut membawanya bertemu dengan tokoh muda lainnya, Gibran Rakabuming Raka yang juga Wali Kota Solo.

Tak jarang keduanya terlibat dalam sebuah kegiatan, baik di Pura Mangkunegaran maupun di lingkungan pemerintah kota. Bhre juga beberapa kali bertandang ke kantor Gibran, di kompleks balai kota.

Gibran pun mengaku sudah beberapa kali bertemu dan berkomunikasi dengan Bhre. Banyak hal dibicarakan, termasuk salah satunya adalah suksesi Mangkunegaran, setelah wafatnya KGPAA Mangkunegara IX, Agustus lalu. Gibran bahkan mengaku sudah mendapatkan bocoran siapa penerus tahta di Mangkunegaran, beberapa hari sebelum penetapan.

Terkait kepemimpinan Bhre yang masih berusia muda, Gibran tak terlalu mengkhawatirkan. Ia bahkan berharap para tokoh muda termasuk Mangkunegara X nanti bisa menyatukan visi misi untuk kemajuan kota Solo. Terutama disaat masa sulit menuju pemulihan ekonomi.

“Mini bukan masalah tua atau muda, tapi bagaimana warga dan tokoh-tokoh di Solo ini bisa satu visi, satu misi,” katanya.

Putra sulung Presiden Jokowi itu berharap, dengan munculnya tokoh-tokoh muda ini, program-program yang ada di Kota Solo bisa lebih kreatif dan inovatif serta menjangkau kalangan muda.

“Gusti Bhre masih muda nggak masalah. Untuk budaya nanti kan tetap didampingi para senior. Anak muda penting untuk akselerasi dan inovasi,” pungkas Gibran.

Sosok Lain Penerus Mangkunegara IX

Selain GPH Bhre putra yang digadang-gadang menjadi penerus Mangkunegara IX adalah Gusti Pangeran Haryo (GPH) Paundrakarna Jiwa Suryanegara. Paundra adalah putra sulung KGPAA Mangkunegara IX hasil perkawinannya dengan Sukmawati Soekarnoputri, putri Presiden Pertama RI, Soekarno.

Pernikahan Mangkunegara IX dengan Sukmawati juga melahirkan GR.Ay Putri Agung Suniwati.
Sedangkan pernikahan dengan GKP Mangkunegara IX menghasilkan dua anak. Yakni GR.Aj Ancillasura Marina Sudjiwo dan GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo.

Joko Pramudya salah satu staf di Pura Mangkunegaran mengatakan,
tata cara adat Jemengan Dalem (Resepsi Naik Tahta Mangkunegara X) akan dilaksanakan pada Sabtu Paing 12 Maret 2022.

“Jadi inti dari pengumuman ini yaitu menetapkan Putra Dalem KGPAA Mangkunegara IX GPH Bhre Cakrahutama Wira Sudjiwo menjadi Mangkunegara X meneruskan tahta. Untuk tata cara adat pengukuhan akan dilakukan pada hari Sabtu 12 Maret 2022,” tutup Joko.(yaya)