Tentara Rusia Dapat Perlawanan Sengit Ukraina, Kota Kharviv Belum Bisa Direbut

Fokusmedan.com : Pertempuran sengit tentara Ukraina dengan Rusia terjadi di jalan-jalan Kharviv, Ukraina. Saling serang terjadi setelah pasukan Rusia memasuki kota terbesar kedua di Ukraina, itu pada Minggu (27/2).

Kementerian Pertahanan Rusia sebelumnya menyatakan bahwa hanya menargetkan infrastruktur militer Ukraina. Negeri berjuluk beruang merah ini membantah menyerang warga sipil.

“Angkatan Bersenjata Federasi Rusia tidak menyerang kota-kota, mereka mengambil semua tindakan untuk menyelamatkan nyawa warga sipil.” Seperti dilansir CNN.

Pernyataan pihak Rusia tersebut sebelumnya ditepis Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy. Dia mengatakan bahwa serangan Rusia menghancurkan negaranya termasuk menargetkan warga sipil.

“Mereka berbohong ketika mereka mengatakan bahwa mereka tidak akan menargetkan penduduk sipil. Sejak jam-jam pertama invasi, pasukan Rusia telah menyerang infrastruktur sipil,” kata Zelenskiy saat menyampaikan pernyataan dalam sebuah video singkat, Minggu (27/2).

Ukrania Klaim Tentara Rusia Memyerah

Sementara itu, komandan pasukan Ukraina di Kharkiv, Oleg Synegubov, mengklaim bahwa puluhan tentara Rusia telah menyerah di tengah pertempuran yang terus berlanjut di kota itu, yang berjarak sekitar 20 mil dari perbatasan Rusia. Pertempuran juga berkecamuk di ibu kota Kyiv dan kota selatan Kherson dalam beberapa hari terakhir.

Tetapi pasukan Rusia tidak dapat merebut salah satu kota besar Ukraina sejak meluncurkan invasi mereka pada hari Kamis (24/2).

Rusia menghadapi perlawanan ‘lebih keras dari yang diperkirakan’ dari militer Ukraina serta kesulitan tak terduga dalam memasok pasukannya, dua pejabat senior AS yang mengetahui langsung mengatakan kepada CNN.

Di medan perang, Rusia menderita kerugian yang lebih besar dalam personel dan baju besi dan pesawat dari yang diharapkan. Hal ini sebagian disebabkan oleh fakta bahwa pertahanan udara Ukraina telah berkinerja lebih baik daripada yang telah diantisipasi oleh penilaian intelijen AS sebelum invasi.

Selain itu, Rusia belum membangun supremasi udara atas Ukraina, kata seorang pejabat senior pertahanan, ketika Angkatan Udara Ukraina dan sistem pertahanan udara berjuang untuk menguasai wilayah udara.(yaya)