Viral RSAL Merauke Tolak Pasien Covid-19 Anak hingga Wafat, TNI AL Minta Maaf

Fokusmedan.com : Angkatan Laut (TNI AL) menyampaikan permohonan maaf dan akan melakukan penyelidikan terkait viralnya video dengan konten penolakan pasien oleh Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Lantamal XI Merauke. Alhasil, keluarga korban kecewa dan akhirnya korban meninggal dunia.

Kejadian bermula saat RSAL Lantamal XI Merauke kedatangan pasien seorang anak berumur 10 tahun, Adriana Mahuse. Menyadari kondisi RSAL Lantamal XI Merauke yang tidak memiliki dokter specialis anak maka petugas RSAL mengarahkan keluarga pasien untuk membawanya ke RSUD Merauke yang memiliki dokter anak dan fasilitas lebih lengkap agar mendapat penanganan yang maksimal. Namun keputusan ini berbuntut panjang yang menyebabkan keluarga pasien merasa tidak diterima di RSAL dan menjadikannya viral di media massa.

Kala itu Karumkit Lantamal XI, Letkol Laut (K) dr. D. Nursito menjelaskan, bahwa saat diperiksa di mobil kondisi pasien dalam keadaan sadar dan stabil serta memungkinkan untuk di bawa ke RSUD Merauke. Di mana jarak hanya 100 meter dari RSAL. Namun di tengah perjalanan pasien yang 4 hari sebelumnya pernah ditangani RSUD Merauke karena covid tersebut meninggal dunia.

Wadan Lantamal XI Merauke Kolonel Laut (P) Hari Widjajanto mewakili Komandan Lantamal XI rigjen TNI (Mar) Gatot Mardiyono menyampaikan, permohonan maaf kepada keluarga korban terkait kejadian ini dan akan mengevaluasi juga melaksanakan pemeriksaan terkait kejadian ini.

”Saya menyelidiki dan menelusuri kejadian ini apakah ada kelalaian dari pihak RSAL Lantamal XI apabila ada saya akan proses sesuai dengan hukum yang berlaku”, tegasnya dalam siaran pers yang diterima, Sabtu (26/2).

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono menegaskan, jika dalam penyelidikan nanti terbukti ada kelalaian dari petugas RSAL maka akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Hal ini sudah menjadi komitmen dari Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono.

“Kalau sudah terbukti melanggar, tidak ada seorang pun anggota TNI AL yang bersalah yang lolos dari jerat hukum. Masalah ini perlu ditindaklanjuti,” ujar Julius.

Sementara itu korban telah dimakamkan di TPU Tanah Miring yang dihadiri Karumkit Lantamal XI, Letkol Laut (K) dr. D. Nursito., Danyon Marinir dan perwakilan anggota lantamal XI.(yaya)