NATO-Rusia Berselisih, Rupiah Loyo ke Rp14.357 Per Dolar AS

Rupiah berada di posisi Rp14.357 per dolar AS. Antara

Fokusmedan.com : Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.357,5 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Kamis (24/2) pagi. Mata uang Garuda melemah 20 poin atau turun 0,14 persen dari perdagangan sebelumnya, yakni Rp14.337,5 per dolar AS.

Senada, mayoritas mata uang di Asia juga kompak lesu pagi ini. Tercatat, yen Jepang minus 0,02 persen, dolar Singapura turun 0,07 persen, won Korea Selatan turun 0,3 persen, peso Filipina yang turun 0,22 persen, ringgit Malaysia minus 0,11 persen, dan baht Thailand melemah 0,22 persen.

Kemudian, dolar Hong Kong stagnan, yuan China minus 0,09 persen, dan dolar baru Taiwan minus 0,23 persen.

Di sisi lain, mayoritas mata uang di negara maju melemah pagi ini. Terpantau, franc Swiss turun 0,07 persen, dolar Kanada melemah 0,13 persen, dolar Australia minus 0,37 persen, poundsterling Inggris turun 0,06 persen, dan euro Eropa minus 0,2 persen.

Analis Pasar Uang Ariston Tjendra memproyeksikan rupiah bergerak melemah pada hari ini dalam rentang Rp14.380 per dolar AS-Rp14.400 per dolar AS.

Menurut dia, pelemahan disebabkan oleh sentimen negatif terhadap aset berisiko, tengok saja indeks saham Asia yang melemah mengikuti pergerakan indeks saham AS semalam.

Ariston menyebut sentimen negatif berasal dari meningkatnya kekhawatiran pasar akan potensi perang antara NATO dan Rusia. Pasalnya, Kementerian Luar Negri AS mengindikasikan Rusia belum akan mundur meski telah mendapatkan sanksi ekonomi dari NATO.

Apa lagi, kelompok separatis di Ukraina juga telah meminta bantuan Rusia untuk membantu mempertahankan wilayahnya dari Ukraina. Sejalan dengan itu, Pemerintah Ukraina pun telah mengumumkan pemberlakuan keadaan darurat selama 30 hari ke depan.

“Sentimen yang negatif ini disebabkan oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap potensi perang besar antara NATO dengan Rusia,” katanya dikutip CNNIndonesia.com.(ng)