Piutang Perusahaan Pembiayaan di Sumut Capai Rp15,97 Triliun di 2021

Piutang perusahaan pembiayaan di Sumut apai Rp15,97 triliun. Ist

Fokusmedan.com : Piutang perusahaan pembiayaan di Sumatra Utara (Sumut) per Desember 2021 mencapai Rp 15,97 triliun atau tumbuh 3,41% dibandingkan tahun 2020. Selain itu, perusahaan modal ventura mencatatkan pertumbuhan 226,70% (yoy) dengan total pembiayaan sebesar Rp 166,97 miliar yang merupakan penyertaan modal bagi perusahaan swasta sebagai pasangan usaha.

“Hal ini menunjukkan penyaluran pembiayaan oleh lembaga pembiayaan sudah mulai bergerak pulih setelah sebelumnya melambat akibat pandemi,” kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 5 Sumbagut, Yusup Ansori, Selasa (22/2/2022).

Untuk profil risiko perusahaan pembiayaan juga berada dalam level yang manageable, ditandai dengan menurunnya rasio NPF dari 3,03% per Desember 2020 menjadi 2,47% per Desember 2021. Hal ini, kata Yusup, menunjukkan bahwa kebijakan countercyclical OJK khususnya terkait restrukturisasi pembiayaan sudah berjalan efektif.

Yusup menambahkan bahwa pembiayaan yang disalurkan oleh Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dan Perusahaan Gadai Swasta di Sumut juga menunjukkan pertumbuhan positif di tengah pandemi. LKM di Sumut pada Desember 2021 telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp3,70 miliar dengan pertumbuhan 40,00% secara yoy. Sementara untuk Perusahaan Gadai Swasta pada Oktober 2021 telah memberikan pinjaman dengan total Rp31,13 miliar, meningkat 14,74% secara yoy. Pertumbuhan tersebut menunjukkan perkembangan yang baik bagi pengembangan usaha dan pemberdayaan masyarakat, khususnya dengan penghasilan menengah ke bawah di Sumut.

Di sisi platform digital, industri start-up Fintech Lending atau lebih dikenal dengan nama pinjaman online masih berkembang dengan pesat. Hingga 3 Januari 2022, terdapat 103 penyelenggara fintech yang terdaftar dan berizin di OJK.

Berdasarkan pemantauan per Desember 2021, akumulasi rekening borrower atau peminjam dana fintech yang berlokasi Sumut tercatat sebanyak 1.508.292 rekening dengan pertumbuhan 56,58% secara yoy, sementara jumlah rekening lender atau pemberi pinjaman yang berlokasi di Sumut adalah 33.985 rekening dengan pertumbuhan 41,63% yoy.

Mengikuti pertumbuhan yang signifikan tersebut, akumulasi jumlah pinjaman yang diterima oleh borrower di Sumut juga bertumbuh tinggi sebesar 90,97% secara yoy dengan jumlah total pinjaman sebesar Rp6,64 triliun.

Yusup mengatakan, kinerja Industri Jasa Keuangan Non Bank (IKNB) di Sumut secara keseluruhan berada dalam kondisi yang stabil dan tetap bertumbuh, baik bagi IKNB yang berkantor pusat di Sumut yang terdiri dari 1 perusahaan modal ventura, 2 LKM, 13 perusahaan gadai swasta, dan 3 dana pensiun, maupun yang berkantor cabang yang terdiri dari 65 entitas perusahaan pembiayaan, 2 entitas perusahaan modal ventura, 38 asuransi jiwa, dan 58 asuransi umum.(ng)