Perang Dunia III Batal, IHSG dan Rupiah Naik, Harga Emas Jungkir Balik

Ilustrasi kinerja IHSG. Ist

Fokusmedan.com : Awal ketakutan pelaku pasar di pekan ini adalah kecemasan yang memuncak seiring dengan rencana invasi Rusia ke Ukraina. Invasi yang digadang-gadang dilakukan di pekan ini tidak sesuai dengan kekhawatiran semua. Pekan ini, khususnya Selasa (15/2/2022) pasar berbalik jadi ceria seiring dengan kabar Rusia yang menarik pasukannya dari perbatasan kembali ke markas.

Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin mengatakan, meskipun sejumlah negara barat dan blok negara yang mendukung Ukraina yakni NATO, masih meragukan bahwa Rusia benar-benar telah meninggalkan perang dan lebih mengedepankan negosiasi. Sejumlah negara yang tergabung dalam blok Ukraina belum sepenuhnya yakin bahwa Rusia benar-benar tidak akan menginvasi Ukraina nantinya.

“Tetapi untuk saat ini, pelaku pasar tengah menikmati masa damai meskipun sifatnya diyakini sementara. Namun, pelaku pasar tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk merubah strategi investasinya,” katanya, Rabu (16/2/2022).

Di pasar saham, IHSG yang sempat terpuruk pada perdagangan Senin hingga mendekati level 6.700 berbalik menguat dari Selasa hingga penutupan perdagangan hari ini.

IHSG ditutup menguat 0.63% di level 6.850,19. Penguatan IHSG tersebut dimulai sejak Selasa. Dan trennya mungkin akan terhenti pada perdagangan akhir pekan ini, karena pelaku pasar tengah menanti arahan kebijakan Bank Sentral Amerika atau The FED terkait situasi terkini serta arahan kebijakan Bank Sentral AS kedepan. Dan diyakini The FED akan tetap bernada hawkish di akhir pekan sehingga berpeluang menekan kinerja indeks bursa global.

Kinerja mata uang Rupiah juga menguat tajam seiring dengan batalnya perang dunia ketiga. Mata uang rupiah yang pada perdagangan hari senin sempat diperdagangan di level 14.300-an per US Dolar, pada hari ini diperdagangkan menguat dikisaran 14.260-an per US Dolar. Pemicunya masih sama yakni meredanya ketegangan di benua Eropa.

Sementara itu, penguatan Rupiah juga bisa terhenti diakhir pekan ini dan tetap fokusnya ada di Bank Sentral AS. Harga emas dunia mengalami penurunan tajam setelah sempat menyentuh $1.879 per ons troy.

Namun kabar baik dari Rusia membuyarkan harapan kenaikan harga emas. Dan penurunan harga emas saat ini bisa saja berlanjut hingga tutup akhir pekan jika The FED bernada hawkish nantinya.

Harga emas saat ini diperdagangkan dikisaran $1.856-an per ons troy. Namun harga emas domestik bisa saja turun lebih besar dibandingkan dengan penurunan harga emas dunia. Harga emas domestik itu nilai keekonomiannya (harga buyback) ada dikisaran Rp853 ribuan per gram. Harga emas bisa turun dalam rentang Rp11 hingga Rp15 ribu per gramnya dibandingkan dengan perdagangan sehari sebelumnya.

“Saya menyarankan pelaku pasar tetap hati-hati, ancaman belum sepenuhnya pergi. Tetap pantau perkembangan dunia terkini. Fokus ke penambahan kasus Covid-19, Bank Sentral AS serta ancaman perang dunia III. Semuanya ancaman itu masih ada di pasar hingga hari ini. Jadi jangan senang dulu dengan kabar batal perang saat ini, semua bisa berubah dalam waktu singkat,” pungkasnya. (ng)