Sumut Mencatat 238 Probable Omicron


Fokus
medan.com
: Sebanyak 238 orang pasien Covid-19 di Sumut yang sedang dirawat tercatat merupakan kasus probable omicron.

Hal ini disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumut dr Aris Yudhariansyah kepada wartawan, Selasa (8/2/2022).

Selanjutnya, guna melakukan pengendalian terhadap penyebaran omicron, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengeluarkan Surat Edaran (SE) nomor 440/1413/2022 yang ditujukan kepada seluruh Kabupaten/Kota.

“Melalui surat itu, Gubernur meminta agar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dilaksanakan secara Hybird (50% daring dan 50% luring) pada satuan pendidikan yang ada di wilayah kabupaten/kota masing-masing, mulai 7 Februari sampai dengan pemberitahuan selanjutnya,” sebut Aris.

Ia menambahkan, selanjutnya dilakukan surveilans epidemiologi/penemuan kasus Covid-19 di satuan pendidikan secara acak. Memastikan penghentian sementara PTM terbatas berdasarkan hasil surveilans epidemiologi jika hasil positivity rate lebih besar sama dengan lima persen.

Kemudian melaksanakan swab RT-PCR acak pada pelaku perjalanan yang datang dari DKI Jakarta, Jawa dan Bali di bandara, pelabuhan dan terminal bus antar provinsi yang ada di wilayah kabupaten/kota masing-masing. Lalu melaksanakan percepatan vaksinasi booster Covid-19 pada lansia dan orang dengan penyakit penyerta (komorbid), dan memastikan pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat di tempat/rumah ibadah.

“Jam operasional pada pusat perbelanjaan (mall) juga agar dibatasi sampai dengan pukul 20.00 WIB. Jam operasional pada rumah makan, restoran dan kafe dibatasi sampai dengan pukul 21.00 WIB,” jelasnya.

Untuk itu, lanjutnya, diharapkan isolasi/karantina terpusat di kabupaten/kota tetap diaktifkan bagi pasien terkonfimasi Covid-19 yang tidak memenuhi syarat klinis dan rumah sesuai Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor: HK.02.01/Menkes/18/2022 tentang pencegahan dan pengendalian kasus Covid-19 varian omicron (B.1.1.529).

“Pelayanan telemedisin kepada pasien terkonfirmasi Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri agar diberikan melalui aplikasi Rawat Covid Sumut http://rawatcovid-sumut.usu.ac.id untuk warga Kota Medan,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan dr Taufik Ririansyah membenarkan jika adanya siswa di Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Medan yang terpapar Covid-19. Dia mengaku, bahwa pihaknya juga telah mendapat laporan dari Dinas Pendidikan Kota Medan sejak Sabtu kemarin.

Bahkan sekolah tersebut kini juga telah resmi ditutup sementara hingga waktu yang tidak ditentukan. Untuk itu, dalam kasus ini, Taufik mengimbau agar seluruh sekolah dapat tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) dengan ketat di lingkungannya masing-masing.

“Betul itu ada siswa yang terpapar Covid-19. Peraturannya kemarin jika satu orang yang terpapar maka satu kelas itu wajib belajar daring kembali. Namun, karena di sekolah itu berdasarkan hasil tracing sudah ada lima persen yang terpapar, maka sekolah pun harus ditutup sementara,” tandasnya.(riz)