Viral Limbah Tes Antigen Dibuang ke Selat Bali, Ini Hasil Penyelidikan Polisi


Fokus
medan.com
: Polresta Banyuwangi telah menyelidiki kasus dugaan pembuangan limbah alat tes Covid-19 ke Selat Bali yang viral di media sosial. Mereka menemukan petugas klinik yang mengaku tidak sengaja membuang bungkus alat tes antigen.

“Terkait video viral itu, kita sudah tindak lanjuti dengan mendatangi ke tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa orang yang diduga membuang sampah ke laut. Dari hasil gelar perkara, itu adalah sampah bungkus bekas rapid antigen. Bukan limbah dari rapid antigen,” ujar Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Nasrun Pasaribu saat dikonfirmasi, Kamis (3/2).

Sebelumnya, sempat viral di media sosial, video yang menunjukkan plastik yang diduga alat rapid antigen bekas pemeriksaan Covid-19, mengapung di Selat Bali. Hal itu memicu kontroversi di kalangan warganet, karena dikhawatirkan bisa merusak alam serta memperbesar penyebaran virus corona.

Menurut polisi, petugas klinik mengakui sampah bungkus bekas rapid antigen itu miliknya. Namun tidak sengaja terbuang ke luat, kemudian diketahui netizen dan direkam.

“Kita periksa beberapa klinik (di sekitar Selat Bali). Mereka akhirnya mengakui. Semula akan dibakar, lalu tertiup angin dan terbuang ke laut,” papar Nasrun.

Teguran Keras

Meski petugas klinik mengaku tidak sengaja membuang ke laut, polisi memberikan teguran keras. Sebab, tindakan membuang sampah plastik ke laut akan mencemari lingkungan perairan laut.

“Selain melakukan operasi razia, kita juga imbau dan ingatkan secara keras dan tegas, bahwa tidak boleh membuang sampah ke laut. Itu bisa menyebabkan pencemaran air laut,” papar Nasrun.

Pembuangan sampah baik medis maupun nonmedis dari klinik atau fasilitas kesehatan lain, seperti rumah sakit, sudah diatur pemerintah. Penanganan limbah medis harus dilakukan tim khusus agar menghindari pencemaran lingkungan dan penyebaran virus.

“Sudah ada SOP-nya dari pemerintah. Tadi kita bersama Dandim dan juga Danlanal (TNI AL) serta Satgas Covid Banyuwangi, sudah meminta kepada petugas klinik, agar jangan lagi membuang sampah sembarangan,” pungkas Nasrun.

Sementara itu, Nadia, perawat dari klinik yang membuang sampah ke laut, mengaku menyesal dan meminta maaf. “Kami minta maaf karena kurang teliti. Semestinya memang ada tahapan-tahapan untuk membuang limbah dari klinik. Untuk limbah medis, ada perusahaan khusus yang melakukan. Sedangkan nonmedis, itu dibakar. Kami akan lebih hati-hati lagi ke depannya,” pungkas Nadia.(yaya)