7 DPO Kasus Bentrok Maut di Karaoke Double O Sorong Buron, 11 Ditangkap

Polisi menangkap 11 pelaku pembakaran Double O di Sorong. Antara

Fokusmedan.com : Polda Papua Barat menangkap sebelas pelaku bentrokan dan pembakaran gedung Double O di Sorong, Papua Barat. Masih ada tujuh pelaku yang belum tertangkap.

Kapolda Papua Barat Irjen Tornagogo Sihombing mengatakan tujuh orang yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) tersebut adalah T, HR, PA, HT, MS, YR dan G.

Tornagogo mengatakan, pengejaran dilakukan usai melakukan pemeriksaan terhadap 55 orang saksi. Dari hasil pemeriksaan itu, pihaknya juga menangkap 11 orang tersangka bentrokan maut yang menewaskan 17 orang korban tersebut.

“Melakukan penangkapan terhadap tersangka yang sudah ditetapkan. Melakukan penahanan terhadap tersangka yang sudah diamankan 11 tersangka,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/1/2022).

Tornagogo menjelaskan dari total 11 tersangka yang telah ditangkap dua di antaranya merupakan pelaku penganiayaan, yakni M dan R. Sedangkan sembilan lainnya adalah tersangka pembakaran, yakni AA, FMH, HW, KH alias AAN, AAF, IR, JFM, AR, dan RR.

Berdasarkan hasil pemeriksaan lanjutan, tersangka berinisial AR diketahui berperan sebagai orang yang memprovokasi terjadinya perusakan dan pembakaran. Sementara, AA berperan sebagai pelempar kaca dan penyerang tempat Karaoke.

Kemudian untuk tersangka FMH merupakan pelaku yang masuk dan membakar tempat duduk di dalam Karaoke. HW tercatat membawa parang dan memotong mobil dalam insiden tersebut.

Lebih lanjut, kata Tornagogo, AAF berperan merusak kaca mobil dan KH sebagai pelaku pembakaran mobil di depan tempat Karaoke. Selanjutnya, untuk tersangka IR berperan sebagai pelaku pelemparan tempat Karaoke, dan JFM sebagai perusak pangkalan ojek dan pelaku penyerangan.

“Total pelaku yang telah diamankan saat ini 11 orang. 9 pelaku terlibat pembakaran dan 2 pelaku berinisial M dan R terlibat penganiayaan yang menewaskan korban Khani,” ujarnya.

Ihwal penanganan para korban, lanjut Tornagogo, 17 orang korban sudah terkonfirmasi dengan pihak keluarga. Sementara, keluarga dari 14 korban telah datang langsung ke Posko Ante Mortem untuk melaksanakan pemeriksaan dan pencocokan sampel DNA.

Proses rekonsiliasi antar keluarga korban dan korban guna pencocokan sampel DNA juga terus dilakukan. Selain itu, tim identifikasi juga telah mengunjungi kos atau tempat tinggal korban untuk pencocokan Ante Mortem.

“Sampel DNA seluruh korban sudah dikirim ke Puslabfor Jakarta guna proses identifikasi lebih lanjut. Dari identifikasi post mortem sementara telah cocok 5 orang korban dengan keluarga beserta identitasnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Adam Erwindi menyampaikan peristiwa penyerangan itu semula diawali oleh anak muda yang mendatangi lokasi dan melakukan ujaran bernuansa suku tertentu kepada pihak lain.

Hal itu menyulut perkelahian antar dua orang tersebut. Sehari sebelum insiden,pemerintah setempat sempat mendamaikan kedua pihak. Namun, penyerangan berlanjut hingga mengakibatkan salah satu korban meninggal.

Usai kejadian, polisi langsung mengumpulkan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat guna mencegah bentrokan susulan.(ng)