Seorang Bocah Meninggal Usai Divaksin di Deli Serdang, Ini Kata Dinkes! 

Ilustrasi vaksinasi Covid-19 pada anak. Ist

Fokusmedan.com : Kabar duka datang dari warga di Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (26/1/2022) kemarin. Seorang bocah laki-laki berinisial R (10) meninggal dunia setelah mengalami kejang-kejang dan demam tinggi.

Ibu almarhum Sarma kepada wartawan Kamis (27/1/2022) menjelaskan sebelum meninggal dunia anaknya baru saja mengikuti vaksin pada Rabu (19/1/2022) kemarin di sekolahnya. Usai vaksin, anaknya demam tinggi.

“Kamis (20/1/2022) ketahuan sakit, pada saat itu kondisinya demam,” ujarnya.

Sarma mengatakan karena kondisinya semakin memburuk, sang anak dibawa ke klinik ke terdekat lalu mendapat rujukan ke rumah sakit di Medan.

“Sesudah itu dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Sejati, masuk hari Jumat (21/1/2022) hari Senin (24/1/2022) pulang, saat itu pulang mau dirujuk dokter ke Rumah Sakit Adam Malik,” kata Sarma.

“Kata dokter anak saya ini ada infeksi di otot, kata dokter mungkin karena dia pernah kena kaca, kena paku, jadi mau diperiksa ke Rumah Sakit Adam Malik,” sambungnya.

Pihak keluarga memilih untuk membawa pulang R ke rumah. Namun, kondisi korban masih demam tinggi dan juga kejang-kejang, hingga akhirnya sang anak kembali dilarikan ke RSUD Amri Tambunan pada Selasa (25/1/2022).

Malang bagi bocah, Rabu (26/1/2022) dinihari sekitar pukul 00.30 WIB, R menghembuskan nafas terakhirnya.

“Selama ini gak pernah dia mengatakan sakit, gak pernah dia sakit sama sekali,” kata Sarma.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Deli Serdang dr Ade Budi Krista ketika dikonfirmasi menyampaikan berdasarkan investigasi pihaknya, sang anak meninggal bukan karena vaksin.

“Dapat kami sampaikan bahwa anak R meninggal dunia karena penyakit tetanus. Dan tidak ada hubungannya dengan vaksinasi,” ujarnya.

Ade mengatakan hal ini disimpulkan dari resume medis dan adanya pemeriksaan oleh dokter spesialis anak yang kompeten dan keterangan dari beberapa rumah sakit tempat almarhum pernah dirawat.

“Gejala-gejalanya jelas karena ada trismus dan opistotonus yang menunjukkan itu tetanus. Dan tetanus itu masa inkubasinya lebih dari 2 minggu,” ucapnya.

Artinya, secara analisa medis almarhum sudah terpapar bakteri tetani pada saat divaksin.

“Dan gejala timbul sesudah divaksin,” imbuhnya.(Rio)