Keluarga Korban Pencabulan Anak di Bawah Umur Berharap Pelaku Ditangkap


Fokus
medan.com: Keluarga korban kasus pencabulan anak di bawah umur berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku yang masih bebas berkeliaran.

Orangtua korban berinisial L mengatakan, pihaknya telah melaporkan kasus pencabulan tersebut ke Polda Sumut yang tertuang dalam STTLP/B/1577/X/2021/SPKT/Poldasu tanggal 11 Oktober 2021.

Namun, hingga saat ini pelaku yang berinisial ZL, seorang mahasiswa perguruan tinggi di Medan belum ditangkap.

“Saya sudah beberapakali menanyakan perkembangan laporan kasus yang menimpa anak saya ke penyidik di Poldasu, namun hingga kini belum ada kepastian. Sementara pelaku masih bebas berkeliaran, seakan remeh dengan laporan yang saya buat ke Polda Sumut,” sebut L kepada wartawan, Rabu (26/1/2022).

Ia mengakui, pada November lalu Subdit Renakta Dit Reskrimum Poldasu sudah mengirim Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP), memberitahukan kasus itu sudah sampai tingkat penyidikan. Hanya saja, sampai saat ini belum terlihat progres kasus itu.

“Pak Kapolda, tolong kasus anak saya ini segera diproses, saya orang lemah, hanya berharap keadilan. Anak saya trauma dan terpaksa diungsikan ke luar daerah.,” harapnya.

Berdasarkan keterangan L, kasus menimpa anaknya terjadi 13 Agustus 2021 di salah satu rumah di Jl. Mandala By Pass. Sebelum peristiwa pencabulan terjadi, anaknya yang masih berusia 13 tahun dan duduk di bangku SMP hendak belajar kelompok dengan teman-temannya.

Saat menunggu temannya di seberang sekolah, pelaku yang membuka counter pulsa di depan sekolah menegur karena sudah saling kenal. Kemudian menawarkan mengantar korban ke rumah temannya itu.

Awalnya korban menolak, tetapi karena teman-teman korban tidak datang, akhirnya korban bersedia diantar pelaku ke rumah temannya dikawasan Denai. Hanya saja saat sampai di tempat, teman-teman korban belum keliatan. Saat itulah pelaku “berniat jahat” dengan alasan mengajak korban ke rumah temannya.

“Dia bilang ke anak saya sebentar saja sambil menunggu teman-teman anak saya datang. Tetapi dia bukan membawa ke rumah temannya, melainkan ke rumah saudaranya di Jalan Mandala By Pass, yang saat itu hanya ditempati seorang wanita.

“Di tempat itu, pelaku membawa korban ke dalam kamar dan melakukan pencabulan,” jelas L. mengatakan anaknya saat ini trauma, sehingga harus diungsikan ke luar daerah.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol. Hadi Wahyudi dikonfirmasi mengatakan, telah menanyakan perkembangan laporan kasus itu Subdit Renakta dan perkara tersebut sudah masuk jadwal gelar untuk penetapan tersangka.

“Sudah masuk jadwal gelar perkara, mengenai waktunya penyidik yang akan menentukan,” pungkasnya.(gap)