DPR Minta Calon Kepala Otorita Pastikan Ibu Kota Negara Tak Jadi Proyek Mangkrak


Fokus
medan.com
: Presiden Joko Widodo harus menunjuk Kepala Otorita Ibu Kota Negara dalam waktu dua bulan setelah undang-undangnya disahkan. Wakil Ketua Komisi II DPR RI Saan Mustopa meminta siapapun orang yang ditunjuk Jokowi harus bisa memastikan proyek pemindahan ibu kota negara tidak mangkrak.

“(Calon kepala otorita) mampu mewujudkan ibu kota baru ini kan menjadi terlaksana dan jangan sampai menjadi proyek mangkrak lah itu yang paling penting,” ujar Saan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/1).

Saan juga meminta calon kepala otorita mampu menjalankan undang-undang. Terkait nama, Saan menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Joko Widodo menunjuk siapa yang paling pas.

“Nanti kita serahkan ke presiden saja siapa yang paling pas,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo pernah mengumumkan empat calon Kepala Otorita Ibu Kota Negara. Empat itu adalah, Bambang Brodjonegoro yang pernah menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, mantan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, dan Dirut Utama PT Wijaya Karya Tumiyana.

“Jadi untuk otoritas Ibukota negara kita memang akan segara tandatanganin Perpres di mana disitu nanti ada CEO nya. Kandidatnya ada banyak. Yang namanya kandidat memang banyak Pak Bambang Brodjonegoro, Ahok, Tumiyono, Azwar Anaz,” kata Jokowi di Veranda, Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin 2 Maret 2020.(yaya)