Jumlah Kasus Omicron Naik, Pasar Keuangan dalam Tekanan

Pasar keuangan dalam tekanan. Ist

Fokusmedan.com : Di pertengahan pekan ini, tekanan terlihat baik pada mata uang Rupiah maupun IHSG. IHSG sendiri sejak akhir pekan yang lalu bergerak dalam tren penurunan hingga penutupan hari ini.

IHSG ditutup melemah di level 6.6347,06 atau turun 0,01% dibandingkan penutupan perdagangan sehari sebelumnya. Sementara mata uang Rupiah yang terpantau stabil dengan kecenderungan menguat di pekan ini.

Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.323 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Rabu (12/1) sore. Mata uang Garuda ini menguat 19 poin atau 0,14 persen dari sebelumnya, yakni Rp14.304 per dolar AS.

Analis Pasar Keuangan Gunawan Benjamin mengatakan, sentimen yang mempengaruhi pasar keuangan kita pekan ini dan pekan selanjutnya adalah target normalisasi kebijakan Bank Sentral AS atau The FED yang akan menyesuaikan besaran bunga acuannya. Ditambah dengan kebijakan moneter ketat lainnya.

“Ekspektasi kebijakan tersebut bukan hanya menekan kinerja pasar keuangan saja. Tetapi BI diyakini juga akan merespon kebijakan The FED tersebut dengan menaikkan BI 7 DRR di tahun ini,” ujarnya, Rabu (12/1/2022).

Kebijakan Bank Sentral AS diyakini akan sangat signifikan memberikan tekanan besar di pasar keuangan. Meskipun untuk saat ini dampak negatifnya tidak terlalu besar. Akan tetapi sinyalemen kebijakan moneter ketat yang akan diambil lebih cepat dari perkiraan sebelumnya, sudah mulai dirasakan dampaknya sejauh ini.

Di sisi lain, katanya, peningkatan jumlah kasus pasien covid 19 di tanah air yang meningkat juga turut memicu kekuatiran yang lebih besar. Terlebih jumlah kasus Covid-19 global masih menunujukan tren naik. Dan ekspektasi penambahan jumlah kasus covid 19 global yang kian buruk masih akan menghantui kinerja pasar keuangan.

Untuk kasus omicron sendiri, belum bisa dipastikan sampai kapan dampak buruknya akan mempengaruhi pasar. Di sisi lain, pemerintah memperkirakan bahwa puncak omicron akan terjadi di bulan februari mendatang.

“Maka kekhawatiran bahwa pasar keuangan akan tertekan akibat penambahan jumlah pasien omicron tanah air masih akan terus meningkat,” katanya.

Artinya semakin ke depan nanti, pasar keuangan akan terus dihantui penambahan jumlah kasus Covid-19 ditambah dengan kebijakan moneter ketat yang semakin dekat direalisasikan.

“Kesimpulannya pasar keuangan akan terus ditekan sentimen negatif dari dalam dan luar negeri dan tekanannya masih dalam tren naik setidaknya dalam kurun waktu 1 bulan ke depan,” pungkasnya.(ng)