Cara Menangani Bayi Prematur, Jangan Sembarangan


Fokus
medan.com
: Bayi prematur disarankan untuk tak diajak keluar rumah terlebih dahulu. Diperlukan penanganan ekstra yang intensif kepada bayi prematur.

Bayi dikategorikan prematur jika lahir pada saat usia kehamilan ibunya kurang dari 37 minggu. Bayi disebut cukup bulan jika dilahirkan saat usia kehamilan ibunya antara 37 sampai 40 minggu.

Dokter Spesialis Anak, dr Margareta Komalasari SpA mengungkapkan, orangtua yang melahirkan anak prematur mesti melakukan penanganan ekstra intensif.

“Punya bayi prematur seharusnya lebih ekstra care pada bayinya. Orangtuanya harus memperhatikan betul-betul suhu tubuh bayinya, asupan susunya. Bayinya juga harus sering di kanguru supaya dia tetap mempertahankan suhu tubuhnya pada waktu seperti di dalam perut ibunya,” ujar dr Margareta saat dihubungi merdeka.com, Selasa (11/1).

Dokter anak yang sering disapa dr Atha ini menyarankan orangtua untuk tak membawa bayinya ke luar rumah apalagi ke keramaian. Sebab, lanjut dokter yang ‘berdinas’ di RS Pusat Pertamina ini, bayi sangat rentan infeksi apalagi kondisinya prematur. Sistem imunitas bayi itu belum sesempurna anak yang lebih besar.

“Kalau memang gak ada kepentingan mendesak untuk keluar, apalagi cuma berjalan-jalan dengan tujuan yang tak jelas, apalagi covid kayak gini, tidak dianjurkan sebenarnya. Kalau misalnya memang tujuannya untuk kepentingan pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit itu enggak masalah,” tutur dokter yang juga ‘berdinas’ di Kemang Medical Care dan Brawijaya Antasari Women and Children Hospital ini.

Menurut dr Atha, bayi yang sudah imuniasi awalnya lengkap dan kondisi bayi atau anaknya baik-baik saja, baru boleh dibawa ke luar rumah. Namun, kata dia, pilih lokasi yang outdoor agar sirkulasi udaranya baik.

“Supaya mengurangi terpapar atau terkena infeksi apalagi covid kayak gini. Jika di indoor, tidak memungkinkan untuk bayi-bayi seperti ini menggunakan masker, sarannya diminimalisasi aja kalau nggak ada keperluan yang mendesak, ya di rumah saja,” tegas dia.

2 dari 2 halaman

Masalah Bayi Prematur

Bayi prematur membutuhkan perawatan yang intensif, sebab jika tidak telaten bisa menyebabkan komplikasi seperti misalnya kerusakan retina karena prematuritasnya.

“Semakin prematur atau makin kecil, makin banyak komplikasinya. Salah satunya fungsi mata belum sempurna, telinga sempurna, paru parunya sempurna. Risiko itu harus sudah diantisipasi karena kan dia membutuhkan perawatan yang lebih intensif dibanding bayi yang lahir cukup bulan,” jelas dr Atha.

Pertumbuhan bayi tersebut mesti dipantau agar sesuai dengan kurva pertumbuhan bayi. Intinya, kata dr Atha, kalau bayinya kecil, nggak boleh kecil terus, harus ada perkembangannya dibanding bayi lahir cukup bulan gitu.

“Supaya pertumbuhan optimal yaitu harus lebih ekstra, susunya harus betul-betul diperhatikan supaya kenaikan berat badannya dia optimal. Suhu tubuhnya harus diperhatikan dengan suhu optimal supaya dia nggak kepanasan ataupun terlalu dingin,” ungkap dia.

“Bayi yang prematur itu kan dia nggak boleh suhunya terlalu dingin, karena akan mempengaruhi pertumbuhannya,” tutup dr Atha.(yaya)